Solidaritas...
Bagi sebuah Tim Work Solidaritas itu memang suatu unsur yang sangat utama dalam pencapaian setiap visi dan misi nya.
Bahkan sukses tidaknya sebuah Tim Work sangatlah ditentukan rasa solidaritas dalam tim tersebut. Hal ini merupakan tanggung jawab seluruh anggota tim. Masalah pasti selalu ada, baik itu masalah yang datangnya dari dalam tim sendiri maupun dari luar.
Masalah dari luar akan sangat mudah di selesaikan apabila Tim Work memang benar-benar memiliki rasa solidaritas yang tinggi. Namun bila tidak, justru masalah kecilpun akan terasa begitu berat untuk diselesaikan.
Sedangkan masalah internal justru lebih berbahaya dan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Karena semangkin lama masalah itu terpendam justru akan semangkin membesar dan sulit untuk diselesaikan. Proses penyelesaian masalah internal membutuhkan andil dari semua anggota tim dan juga dari orang yang sedang mengalami masalah ( konflik ).
Membina sebuah tim yang solid dan kompak bukanlah hal yang mudah. Ini membutuhkan pengenalan dan keterbukaan seluruh anggota tim. Semua anggota tim harus benar-benar memahami sifat dan karakter dari anggota yang lain, Mengutamakan kepentingan bersama dan selalu membina komunikasi dan koordinasi yang baik. Selalu membahas masalah secara bersama dan mencari solusi bersama pula.
Mari kita bina tim kita ini untuk lebih solid dan selalu solid...
Jangan sampai masalah kecil menjadi kendala yang bisa menyebankan rusaknya solidaritas tim.
Sukses selalu dan salam kompak My Tim Work...
" Good Luck "
Mengenai Saya
- Saya : Adi Putra
- Alamat : Jl. STAI, Siak Sri Indrapura, Pekanbaru- Riau, Indonesia
- T.Tgl.Lahir : Kisaran,12 Nov 1984, saya merupakan anak ke 3 dari 6 bersaudara. Terlahir di keluarga seadanya dan di besarkan oleh kedua orang tua yang begitu mengasihi dan menyayangi kami.Begitu tamat sekolah saya langsung merantau kedaerah Riau yaitu Sorek. Saya memulai karir disana sebagai staf admin di sebuah Dealer Jialing " Aneka Jaya Motor ". Sekarang ini saya sudah mempunya seorang istri yang sangat setia mendampingi di setiap hari-hari yang ku lalui. Juga dua orang anak yang tampan dan cantik " Rizky Mughny Putra " dan " Nur Fadhilah Putri ".
Rabu, 23 Juli 2008
Tim Work
Hobi Karaoke
Hobi orang memang macem-macem ya,,,Yah, contoh nya temen-temen kita ini nih,,,
Mereka pada hobi karaokean nih. Walaupun sudah kerja seharian dilapangan maupun dikantor, namun tidak menghambat mereka untuk melepaskan hobinya dalam bernyanyi ria.
Sebahagian orang memang menganggap bahwa hobi itu sangatlah utama dan memang harus diusahakan untuk terpenuhi. Sehingga mereka rela mengorbankan uang hingga dalam jumlah yang lumayan besar. Hobi main golf misalnya.
Namun teman-teman kita yang satu ini mempunyai hobi yang tidak begitu membutuhkan modal besar. Bernyanyi bersama atau istilah sekarang karaokean bareng. Ya, Hobi ini memang cukup banyak diminati karena biayanya yang relatif murah dan juga cukup banyak orang yang suka musik.
Selamat bersantai kawan Ku,,,
Moga selalu ada waktu mu untuk melepaskan hobi itu.
Dan semoga hobi itu juga tidak menjadi penghalang dalam aktivitas kerja mu sehari-hari.
Salam sukses selalu ya,,,
Ntar kalau ada waktu kita bisa karaokean bareng-bareng lagi ya,,,
Trim's
Rabu, 16 Juli 2008
Cita-cita
Masa kanak-kanak memang merupakan masa-masa terindah dalam hidup kita.
Bagaimana tidak,,,
Saat kita kecil kita selalu menjadi orang penting bagi keluarga kita. Apa saja yang kita minta selalu di usahakan untuk dituruti oleh orang tua, bahkan kita tidak pernah memikirkan bagaimana cara mereka memenuhi apa yang kita minta, sulit atau mudahkah permintaan itu jg tidak terfikir oleh kita.
Anak-anak memang memiliki daya rekam yang tinggi atas segala kejadian di sekitarnya.
Sehingga watak dan pola pikir anak-anak sangat di pengaruhi oleh lingkungan.
Begitu pula masalah hobi dan cita-citanya.
Daerah tempat tinggalku saat masih kecil merupakan daerah pinggir kota. Sedangkan posisi rumah saat itu berdekatan dengan Asrama TNI ( ABRI - sebutan saat itu ).
Aku melihat TNI yang saat itu disebut ABRI memiliki pengaruh yang sangat kuat dan begitu di segani bahkan ditakuti oleh masyarakat umum.
Hal ini sudah tertanam kuat dalam pikiranku saat itu. Dan sebagai anak-anak yang belum memahami benar kondisi sesungguhnya, Aku menjadi tertarik agar kelak bisa menjadi TNI pula.
Inilah awal cita-citaku. Hingga aku benar-benar terobsesi untuk menjadi TNI, bahkan segala hobi dan kegiatanku sehari-hari sering meniru kegiatan-kegiatan yang dilakukan TNI. Aku jadi rajin berolah raga dirumah dan lari pagi.
Hingga akhirnya aku tamat SMA, dan langsung mendaftar ke Taruna Akabri.
Ku ikuti proses tes mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat profinsi.
Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, hanya tinggal menunggu panggilan untuk tes ke tingkat pusat. Setelah rangkaian tes yang kujalani tersebut selanjutnya aku menjadi memiliki harapan yang begitu besar untuk di panggil dan lulus seleksi ditingkat pusat.
Namun, ternyata semua tidak semulus yang ku bayangkan. Sampai dengan tanggal pengumuman yang di janjikan aku tetap tidak menerima surat panggilan.
Nyata lah sudah bahwa aku tidak lulus dan tidak diikutsertakan untuk tes di tingkat pusat. Sungguh begitu kecewa diriku saat itu, dan seakan tidak mau terima dengan kenyataan yang ada.
Ya,,,
Itulah kenyataannya, yang mau atau tidak mau kita harus bisa menerimanya dengan lapang dada.
Sangat sulit memang, dan serasa ingin berontak. Tapi apakah bisa dipastikan dengan kita mendapatkan apa yang kita cita-citakan membuat hidup kita bahagia,,,?
Tidak,,,
Semuanya tidak dapat dipastikan. Dan akankah kita susah kehilangan cita-cita itu,?
Juga tidak,,,
Allah yang maha bijaksanalah yang mengetahui segalanya. Karena apa yang kita anggap buruk dan kita benci, belum tentu buruk bagi kita. Sedangkan apa yang kita anggap baik dan kita senangi belum tentu berdampak baik pula bagi kita.
Terkadang mata dan pikiran ini memang tidak bisa menembus makna dari kejadian yang kita alami. Kita sedih dan merasa susah saat kehilangan sesuatu yang kita anggap baik, sedangkan Allah mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih baik dari itu.
Jadi janganlah kita berburuksangka pada Allah saat berkurangnya sedikit nikmat, karena Allah pasti membalas setiap kesabaran dan rasa syukur dari setiap hambanya dengan limpahan nikmat yang lebih banyak lagi.
Semoga kita termasuk hamba-hambanya yang pandai beryukur atas segala nikmat dari-Nya, dan selalu sabar dalam menghadapi setiap cobaan dari-Nya.
Amin,,, Allahumma Amin...
Selasa, 15 Juli 2008
Al - Qur'an Obat Segala Penyakit
|
Oleh: Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-BugisiPosting: 15-03-2008 وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَلاَ يَزِيْدُ الظَّالِمِيْنَ إِلاَّ خَسَارًا “Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur`an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim selain kerugian.” (Al-Isra`: 82) Penjelasan Beberapa Mufradat Ayat نُنَزِّلُ “Kami turunkan.” Jumhur ahli qiraah membacanya dengan diawali nun dan bertasydid. Adapun Abu ‘Amr membacanya dengan tanpa tasydid (نُنْزِلُ). Sedangkan Mujahid membacanya dengan diawali huruf ya` dan tanpa tasydid (يُنْزِلُ). Al-Marwazi juga meriwayatkan demikian dari Hafs. (Tafsir Al-Qurthubi, 10/315 dan Fathul Qadir, Asy-Syaukani, 3/253) مِنَ الْقُرْآنِ “dari Al-Qur`an.” Kata min (مِنْ) dalam ayat ini, menurut pendapat yang rajih (kuat), menjelaskan jenis dan spesifikasi yang dimiliki Al-Qur`an. Kata min di sini tidak bermakna “sebagian”, yang mengesankan bahwa di antara ayat-ayat Al-Qur`an ada yang tidak termasuk syifa` (penawar), sebagaimana yang dirajihkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullahu. Kata min pada ayat ini seperti halnya yang terdapat dalam firman-Nya: وَعَدَ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي اْلأَرْضِ “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi...” (An-Nur: 55) Kata min dalam lafadz مِنْكُمْ tidaklah bermakna sebagian, sebab mereka seluruhnya adalah orang-orang yang beriman dan beramal shalih. (Lihat Tafsir Al-Qurthubi, 10/316, Fathul Qadir, 3/253, dan At-Thibb An-Nabawi, Ibnul Qayyim, hal. 138) شِفَاءٌ “Penyembuh.” Penyembuh yang dimaksud di sini meliputi penyembuh atas segala penyakit, baik rohani maupun jasmani, sebagaimana yang akan dijelaskan dalam tafsirnya. Penjelasan Tafsir Ayat Ibnu Katsir rahimahullahu berkata: “Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan tentang kitab-Nya yang diturunkan kepada Rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu Al-Qur`an, yang tidak terdapat kebatilan di dalamnya baik dari sisi depan maupun belakang, yang diturunkan dari Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji, bahwa sesungguhnya Al-Qur`an itu merupakan penyembuh dan rahmat bagi kaum mukminin. Yaitu menghilangkan segala hal berupa keraguan, kemunafikan, kesyirikan, penyimpangan, dan penyelisihan yang terdapat dalam hati. Al-Qur`an-lah yang menyembuhkan itu semua. Di samping itu, ia merupakan rahmat yang dengannya membuahkan keimanan, hikmah, mencari kebaikan dan mendorong untuk melakukannya. Hal ini tidaklah didapatkan kecuali oleh orang yang mengimani, membenarkan, serta mengikutinya. Bagi orang yang seperti ini, Al-Qur`an akan menjadi penyembuh dan rahmat. Adapun orang kafir yang mendzalimi dirinya sendiri, maka tatkala mendengarkan Al-Qur`an tidaklah bertambah baginya melainkan semakin jauh dan semakin kufur. Dan sebab ini ada pada orang kafir itu, bukan pada Al-Qur`annya. Seperti firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: قُلْ هُوَ لِلَّذِيْنَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ وَالَّذِيْنَ لاَ يُؤْمِنُوْنَ فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى أُولَئِكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَكَانٍ بَعِيْدٍ “Katakanlah: ‘Al-Qur`an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al-Qur`an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh’.” (Fushshilat: 44) Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala juga berfirman: وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُوْرَةٌ فَمِنْهُمْ مَنْ يَقُوْلُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَذِهِ إِيْمَانًا فَأَمَّا الَّذِيْنَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيْمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُوْنَ. وَأَمَّا الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَى رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُوْنَ “Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: ‘Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini?’ Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, sedang mereka merasa gembira. Adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.” (At-Taubah: 124-125) Dan masih banyak ayat-ayat yang menjelaskan tentang hal ini.” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/60) Al-’Allamah Abdurrahman As-Sa’di rahimahullahu berkata pula dalam menjelaskan ayat ini: “Al-Qur`an mengandung penyembuh dan rahmat. Dan ini tidak berlaku untuk semua orang, namun hanya bagi kaum mukminin yang membenarkan ayat-ayat-Nya dan berilmu dengannya. Adapun orang-orang dzalim yang tidak membenarkan dan tidak mengamalkannya, maka ayat-ayat tersebut tidaklah menambah baginya kecuali kerugian. Karena, hujjah telah ditegakkan kepadanya dengan ayat-ayat itu. Penyembuhan yang terkandung dalam Al-Qur`an bersifat umum meliputi penyembuhan hati dari berbagai syubhat, kejahilan, berbagai pemikiran yang merusak, penyimpangan yang jahat, dan berbagai tendensi yang batil. Sebab ia (Al-Qur`an) mengandung ilmu yakin, yang dengannya akan musnah setiap syubhat dan kejahilan. Ia merupakan pemberi nasehat serta peringatan, yang dengannya akan musnah setiap syahwat yang menyelisihi perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala. Di samping itu, Al-Qur`an juga menyembuhkan jasmani dari berbagai penyakit. Adapun rahmat, maka sesungguhnya di dalamnya terkandung sebab-sebab dan sarana untuk meraihnya. Kapan saja seseorang melakukan sebab-sebab itu, maka dia akan menang dengan meraih rahmat dan kebahagiaan yang abadi, serta ganjaran kebaikan, cepat ataupun lambat.” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 465) Al-Qur`an Menyembuhkan Penyakit Jasmani Suatu hal yang menjadi keyakinan setiap muslim bahwa Al-Qur`anul Karim diturunkan Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk memberi petunjuk kepada setiap manusia, menyembuhkan berbagai penyakit hati yang menjangkiti manusia, bagi mereka yang diberi hidayah oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dan dirahmati-Nya. Namun apakah Al-Qur`an dapat menyembuhkan penyakit jasmani? Dalam hal ini, para ulama menukilkan dua pendapat: Ada yang mengkhususkan penyakit hati; Ada pula yang menyebutkan penyakit jasmani dengan cara meruqyah, ber-ta’awudz, dan semisalnya. Ikhtilaf ini disebutkan Al-Qurthubi dalam Tafsir-nya. Demikian pula disebutkan Asy-Syaukani dalam Fathul Qadir, lalu beliau berkata: “Dan tidak ada penghalang untuk membawa ayat ini kepada dua makna tersebut.” (Fathul Qadir, 3/253) Pendapat ini semakin ditegaskan Syaikhul Islam Ibnul Qayyim rahimahullahu dalam kitabnya Zadul Ma’ad: “Al-Qur`an adalah penyembuh yang sempurna dari seluruh penyakit hati dan jasmani, demikian pula penyakit dunia dan akhirat. Dan tidaklah setiap orang diberi keahlian dan taufiq untuk menjadikannya sebagai obat. Jika seorang yang sakit konsisten berobat dengannya dan meletakkan pada sakitnya dengan penuh kejujuran dan keimanan, penerimaan yang sempurna, keyakinan yang kokoh, dan menyempurnakan syaratnya, niscaya penyakit apapun tidak akan mampu menghadapinya selama-lamanya. Bagaimana mungkin penyakit tersebut mampu menghadapi firman Dzat yang memiliki langit dan bumi. Jika diturunkan kepada gunung, maka ia akan menghancurkannya. Atau diturunkan kepada bumi, maka ia akan membelahnya. Maka tidak satu pun jenis penyakit, baik penyakit hati maupun jasmani, melainkan dalam Al-Qur`an ada cara yang membimbing kepada obat dan sebab (kesembuhan) nya.” (Zadul Ma’ad, 4/287) Berikut ini kami sebutkan beberapa riwayat berkenaan tentang pengobatan dengan Al-Qur`an. Di antaranya adalah apa yang diriwayatkan Al-Bukhari, Muslim, dan lainnya dari hadits ‘Aisyah radhiallahu 'anha.Beliau radhiallahu 'anha berkata: “Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam terkena sihir (1), sehingga beliau menyangka bahwa beliau mendatangi istrinya padahal tidak mendatanginya. Lalu beliau berkata: ‘Wahai ‘Aisyah, tahukah kamu bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengabulkan permohonanku? Dua lelaki telah datang kepadaku. Kemudian salah satunya duduk di sebelah kepalaku dan yang lain di sebelah kakiku. Yang di sisi kepalaku berkata kepada yang satunya: ‘Kenapa beliau?’ Dijawab: ‘Terkena sihir.’ Yang satu bertanya: ‘Siapa yang menyihirnya?’ Dijawab: ‘Labid bin Al-A’sham, lelaki dari Banu Zuraiq sekutu Yahudi, ia seorang munafiq.’ (Yang satu) bertanya: ‘Dengan apa?’ Dijawab: ‘Dengan sisir, rontokan rambut.’ (Yang satu) bertanya: ‘Di mana?’ Dijawab: ‘Pada mayang korma jantan di bawah batu yang ada di bawah sumur Dzarwan’.” 'Aisyah radhiallahu 'anha lalu berkata: “Nabi lalu mendatangi sumur tersebut hingga beliau mengeluarkannya. Beliau lalu berkata: ‘Inilah sumur yang aku diperlihatkan seakan-akan airnya adalah air daun pacar dan pohon kormanya seperti kepala-kepala setan’. Lalu dikeluarkan. Aku bertanya: ‘Mengapa engkau tidak mengeluarkannya (dari mayang korma jantan tersebut, pen.)?’ Beliau menjawab: ‘Demi Allah, sungguh Allah telah menyembuhkanku dan aku membenci tersebarnya kejahatan di kalangan manusia’.” Hadits ini diriwayatkan Al-Bukhari dalam Shahih-nya (kitab At-Thib, bab Hal Yustakhrajus Sihr? jilid 10, no. 5765, bersama Al-Fath). Juga dalam Shahih-nya (kitab Al-Adab, bab Innallaha Ya`muru Bil ‘Adl, jilid 10, no. 6063). Juga diriwayatkan oleh Al-Imam Asy-Syafi’i sebagaimana yang terdapat dalam Musnad Asy-Syafi’i (2/289, dari Syifa`ul ‘Iy), Al-Asfahani dalam Dala`ilun Nubuwwah (170/210), dan Al-Lalaka`i dalam Syarah Ushul I’tiqad Ahlis Sunnah (2/2272). Namun ada tambahan bahwa ‘Aisyah berkata: “Dan turunlah (firman Allah Subhanahu wa Ta'ala): قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ Hingga selesai bacaan surah tersebut.” Demikian pula yang diriwayatkan Al-Imam Bukhari rahimahullahu dalam Shahih-nya, dari hadits Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu 'anhu, beliau berkata: “Sekelompok (2) shahabat Nabi berangkat dalam suatu perjalanan yang mereka tempuh. Singgahlah mereka di sebuah kampung Arab. Mereka pun meminta agar dijamu sebagai tamu, namun penduduk kampung tersebut enggan menjamu mereka. Selang beberapa waktu kemudian, pemimpin kampung tersebut terkena sengatan (kalajengking). Penduduk kampung tersebut pun berusaha mencari segala upaya penyembuhan, namun sedikitpun tak membuahkan hasil. Sebagian mereka ada yang berkata: ‘Kalau sekiranya kalian mendatangi sekelompok orang itu (yaitu para shahabat), mungkin sebagian mereka ada yang memiliki sesuatu.’ Mereka pun mendatanginya, lalu berkata: “Wahai rombongan, sesungguhnya pemimpin kami tersengat (kalajengking). Kami telah mengupayakan segala hal, namun tidak membuahkan hasil. Apakah salah seorang di antara kalian memiliki sesuatu? Sebagian shahabat menjawab: ‘Iya. Demi Allah, aku bisa meruqyah. Namun demi Allah, kami telah meminta jamuan kepada kalian namun kalian tidak menjamu kami. Maka aku tidak akan meruqyah untuk kalian hingga kalian memberikan upah kepada kami.’ Mereka pun setuju untuk memberi upah beberapa ekor kambing (3). Maka dia (salah seorang shahabat) pun meludahinya dan membacakan atas pemimpin kaum itu Alhamdulillahi rabbil ‘alamin (Al-Fatihah). Pemimpin kampung tersebut pun merasa terlepas dari ikatan, lalu dia berjalan tanpa ada gangguan lagi. Mereka lalu memberikan upah sebagaimana telah disepakati. Sebagian shahabat berkata: ‘Bagilah.’ Sedangkan yang meruqyah berkata: ‘Jangan kalian lakukan, hingga kita menghadap Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lalu kita menceritakan kepadanya apa yang telah terjadi. Kemudian menunggu apa yang beliau perintahkan kepada kita.’ Merekapun menghadap Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian melaporkan hal tersebut. Maka beliau bersabda: ‘Tahu dari mana kalian bahwa itu (Al-Fatihah, pen.) memang ruqyah?’ Lalu beliau berkata: ‘Kalian telah benar. Bagilah (upahnya) dan berilah untukku bagian bersama kalian’, sambil beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam tertawa.” Adapun hadits yang diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: خَيْرُ الدَّوَاءِ الْقُرْآنُ “Sebaik-baik obat adalah Al-Qur`an.” Dan hadits: الْقُرْآنُ هُوَ الدَّوَاءُ “Al-Qur`an adalah obat.” Keduanya adalah hadits yang dha’if, telah dilemahkan oleh Al-Allamah Al-Albani rahimahullahu dalam Dha’if Al-Jami’ Ash-Shagir, no. 2885 dan 4135. Membuka Klinik Ruqyah Di antara penyimpangan terkait dengan ruqyah adalah menjadikannya sebagai profesi, seperti halnya dokter atau bidan yang membuka praktek khusus. Ini merupakan amalan yang menyelisihi metode ruqyah di zaman Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Asy-Syaikh Shalih Alus Syaikh berkata ketika menyebutkan beberapa penyimpangan dalam meruqyah: “Pertama, dan yang paling besar (kesalahannya), adalah menjadikan bacaan (untuk penyembuhan) atau ruqyah sebagai sarana untuk mencari nafkah, di mana dia memfokuskan diri secara penuh untuk itu. Memang telah dimaklumi bahwa manusia membutuhkan ruqyah. Namun memfokuskan diri untuk itu, bukanlah bagian dari petunjuk para shahabat di masanya. Padahal di antara mereka ada yang sering meruqyah. Namun bukan demikian petunjuk para shahabat dan tabi’in. (Menjadikan meruqyah sebagai profesi) baru muncul di masa-masa belakangan. Petunjuk Salaf dan bimbingan As-Sunnah dalam meruqyah adalah seseorang memberikan manfaat kepada saudara-saudaranya, baik dengan upah ataupun tidak. Namun janganlah dia memfokuskan diri dan menjadikannya sebagai profesi seperti halnya dokter yang mengkhususkan dirinya (pada perkara ini). Ini baru dari sudut pandang bahwa hal tersebut tidak terdapat (contohnya) pada zaman generasi pertama. Demikian pula dari sisi lainnya. Apa yang kami saksikan pada orang-orang yang mengkhususkan diri (dalam meruqyah) telah menimbulkan banyak hal terlarang. Siapa yang mengkhususkan dirinya untuk meruqyah, niscaya engkau mendapatinya memiliki sekian penyimpangan. Sebab dia butuh prasyarat-prasyarat tertentu yang harus dia tunaikan dan yang harus dia tinggalkan. Serta ‘menjual’ tanpa petunjuk. Barangsiapa meruqyah melalui kaset-kaset, suara-suara, di mana dia membaca di sebuah kamar, sementara speaker berada di kamar yang lain, dan yang semisalnya, merupakan hal yang menyelisihi nash. Ini sepantasnya dicegah untuk menutup pintu (penyimpangan). Sebab sangat mungkin akan menjurus kepada hal-hal tercela dari para peruqyah yang mempopulerkan perkara-perkara yang terlarang atau yang tidak diperkenankan syariat. (Ar-Ruqa Wa Ahkamuha, Asy-Syaikh Shalih Alus Syaikh, hal. 20-21) 1 Sebagian para pengekor hawa nafsu dari kalangan orientalis dan ahli bid’ah mengingkari hadits yang menjelaskan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah terkena sihir, dan berusaha menolaknya dengan berbagai alasan batil. Dan telah kami bantah –walhamdulillah- para penolak hadits ini dalam sebuah kitab yang berjudul Membedah Kebohongan Ali Umar Al-Habsyi Ar-Rafidhi, Bantahan ilmiah terhadap kitab: Benarkah Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah tersihir? Dan kami membahas secara rinci menurut ilmu riwayat maupun dirayah hadits. Silahkan merujuk kepada kitab tersebut.2 Dalam riwayat lain mereka berjumlah 30 orang.3 Dalam riwayat lain: 30 ekor kambing, sesuai jumlah mereka. Sumber: www.asysyariah.com |
Bukan Cantik Yang Aku Cari
Akupun dulu berniat seperti itu. Ingin kumiliki istri yang cantik.
Karena aku terlalu sering melihat yang cantik-cantik.
Sahabatku, karena aku merasa memiliki penampilan yang sangat biasa saja, maka aku berniat memiliki istri yang cantik untuk memperbaiki keturunan. Tapi ah, terlalu mengada-ada niatku yang satu ini, karena tidak ada jaminan.
Sahabatku, ketika aku berdiri di depan sebuah cermin besar. Aku pandangi diriku, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tiba-tiba aku sadar, kalau aku terus mencari yang cantik, mana ada wanita cantik yang mau menjadi istri seorang lelaki yang sangat biasa saja?
Terima kasih Allah, telah Kau sadarkan diriku.Ternyata bukan cantik yang aku cari, karena cantik itu ternyata sangat relatif.Ternyata bukan cantik yang aku cari, karena cantik tidak menjamin masuk surga.
Ternyata " bukan cantik yang aku cari ", karena cantik tidak menjamin perbaikan keturunan.Ternyata bukan cantik yang aku cari, karena cantik, justru membuat sebagian hati lelaki tidak tenang.Ternyata bukan cantik yang aku cari di dunia ini, karena aku yakin, Allah akan membuat wanita yang sekarang menjadi istriku, jauh lebih cantik di surga nanti.
Amin,,,Amin,,, Allahumma Amin...
Siak Negri Istana
Siak merupakan kota kabupaten yang baru berkembang. Posisinya juga tidak dilalui oleh jalan lintas nasional, karena mengarah kedalam ( arah ke perairan/kepulauan ).Namun hal ini bukanlah penghambat bagi majunya pembangunan di daerah tersebut, nyatanya Siak bisa membuktikan bahwa daerahnya bisa berkembang pesat mengejar daerah-daerah lain seperti Pelalawan, Inhu, Inhil maupun Kampar dan Bengkalis sebagai kabupaten yang sudah cukup lama berdiri.
Diwilayah Riau cukup banyak daerah yang memiliki peninggalan sejarah kerajaan. Baik itu hanya berupa Istananya saja maupun lengkap dengan segala peninggalan kerajaan lain nya. Salah satunya termasuk Siak.
Siak memiliki sejarah kerajaan yang cukup panjang dan wilayah yang cukup luas pula.
Bahkan, dari daerah-daerah lain di Riau Siak termasuk tempat bersejarah yang masih menyimpan banyak peninggalan-peninggalan zaman kerajaan dahulu.
Hal ini yang menyebabkan siak di juluki " Negri Istana " .
Wajar saja,,,
Karena di Istana Siak masih tersimpan lengkap benda-benda sejarah peninggalan zaman kerajaan. Sampai sekarang masih tersusun rapi dan terjaga kondisi serta keamanannya.
Jika anda berkunjung ke wilayah Riau, pastikan anda untuk berkunjung ke Siak, untuk melihat atau mempelajari sejarah kerajaan Siak.
Salam Sukses selalu
Pecinta sejarah
Senin, 14 Juli 2008
My Family
Nyaman, Damai dan Tenang,,,Itulah yang Ku rasakan setiap kali berkumpul bersama keluarga.
Istri Ku tersayang yang selalu mendampingi kehidupan Ku sehari-hari, kedua anak Ku yang tampan dan cantik, yang selalu menyambut kepulangan Ku dan memperindah setiap hari-hari Ku, Semoga mereka menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah, Amin.Rizky Mughni Putra, anak pertama Ku yang terlahir di kota Siak Sri Indrapura. Sekarang Ia sudah berumur 3 tahun, banyak hal yang sudah bisa ia perbuat, dan sudah cukup pintar mengambil hati ayah dan ibunya.


Sekarang Ia sudah minta Sekolah. Mungkin akan di ikutsertakan di Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ). Keaktifan nya dalan bertanya dan rasa ingin tahunya yang begitu besar terkadang membuat ibu nya kewalahan menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang dia ajukan. Memang anak seumur Dia lagi cerewet-cerewetnya mungkin yah,,?
Anak memang memiliki daya perekam yang begitu sensitif, sehingga segala sesuatu yang ia lihat akan melekat pada ingatan nya, bahkan membuat nya berkeinginan untuk menirunya. Disinilah dituntut kehati-hatian kita selaku orang tua, dalam bersikap di depan anak-anak. Karena bisa jadi dia akan meniru semua yang kita perbuat, syukur kalau itu contoh yang baik, tapi bagaimana kalau seandainya yang dilihatnya adalah kuarng baik bagi anak seusianya, wah,,, bisa repot tuh,,,!
Nur Fadhilah Putri,,,Ini dia Bidadari kecil Ku,,,
Sicantik mungil yang lucu dan begitu melihatnya bisa membuat hilang segala kelelahan Ku dalam bekerja.
Ia lahir di Belilas, salah satu kecamatan di daerah kab. Indragiri Hulu.
Saat berumur 3 bulan dia sudah pandai duduk sendiri, dan begitu menganjak umur 10 bulan Ia sudah bisa berjalan dengan lancar.
Hati-hati anakKu, semoga Allah selalu melindungi Mu dan menjadikan Mu anak yang sholehah. Amin...
Saat keduanya sedang bangun dan bermain serasa rumah ini begitu ramainya. Penuh dengan tawa riang dan teriakan mereka berdua.
Namun begitu mereka beristirahat, serasa sangat sepi suasana rumah ini.
Itulah yang membuatKu sulit 'tuk jauh dari mereka.
Kakek dan Nenek nya ingin agar mereka sekolah di Siak Sri Indrapura, namun,,,
apakah Aku sanggup meninggalkan mereka dan jauh dari canda, tawa dan tingkah manjanya,,,
Pasti begitu sepi rumah ini bila tanpa mereka.
Terima kasih Ya Allah,,,
Engkau telah berikan kebahagiaan yang begitu besarnya bagiku,,,
Terima kasih Ya Allah,,,
Engkau telah memberiku istri yang sabar, dan jadikanlah ia selalu menjadi istriku yang sholehah, Amin.
Terima kasih Ya Allah,,,
Engkau telah berikan padaku dua orang anak yang elok,,,
Hamba mohon jadikanlah mereka menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah, Amin.
Ya Allah yang maha penyayang,,,
Jadikanlah keluargaku ini selalu penuh dengan ikatan kasih sayang yang kuat, dan
Jadikanlah keluargaku ini agar selalu menjadi keluarga yang sakinah, Mawaddah dan Warohmah, Amin,,, Allahumma Amin...
Minggu, 13 Juli 2008
Indahnya Rasa Syukur

Hari Ini Adalah Milik Mu

Bismillahir Rohmanir Rohim,,,
Cerahnya langit pagi ini dan segarnya udara sekeliling ku, seakan suatu nikmat yang tak terhingga. Akankah esok masih tetap ku rasakan apa yang ku nikmati sekarang,,, Sepintas terlintas di benakku akan besarnya nikmat Allah yang senantiasa kurasakan. Segarnya tubuh ini saat terbangun dari kasur yang empuk, yang langsung di sambut dengan tawa dan teriakan kedua buah hati ku, seakan begitu bahagia hidup ku ini. Belum lagi ditambah dengan berbagai hidangan sarapan pagi yang sudah menunggu ku di meja makan, yang tak lain merupakan hasil kreasi istri Ku tercinta. Setiap hari ku selalu nikmati semua ini.
Apakah esok masih tetap kurasakan kebahagiaan ini,,,? Tak seorang pun bisa menjamin nya, karena sungguh itu semua rahasia Allah semata. Angan-angan dan khayalan mu bukanlah suatu jaminan kau bisa bahagia esok hari,,, Adakah hari esok untukKu, untuk Mu, dan untuk kita semua,,,
Semuanya akan tetap menjadi teka-teki, hanya sang Khaliq lah Rabb yang maha tahu. Dan jangan pula kau terlalu mengenang masa lalu yang mungkin penuh dengan liku-liku yang begitu beragam, karena hal itupun sudah berlalu sejak kau melihat mentari pagi yang terbit di ufuk timur. Tidak ada yang bisa berubah dengan kau tangisi kepahitan masa lalu mu, bahkan habislah waktu mu untuk hal yang sama sekali tiada berguna.
Namun Hari ini,,, Hari ini Adalah Milik Mu,,, Hari ini kau tentukan segalanya, hari ini kau lakukan segalanya, dan hari ini kau selesaikan segalanya,,, Hari ini sesuatu yang abadi, yang selalu ada pada kita. Lakukan apa yang harus kau lakukan, tanpa kau ingat esok yang belum pasti akankah kau sampai kesana, juga jangan kau ratapi masa laluMu yang sudah pasti kau tinggalkan dan tak akan kau kembali lagi kesana,,, " jadi lah kau tuan atas hari ini, hari yang sekarang sedang kau jalani " Manfaatkanlah setiap detik hari ini dengan berbagai hal yang berguna, karena hari ini kau tentukan sejarahMu.
Jalani hari ini dengan penuh kehambaan terhadap sang Khaliq, kebahagiaan bersama keluarga tercinta, dan tunjukkan lah kreativitas di dalam bekerja. " Jadilah kau Tuan yang baik atas hari ini " Dengan limpahan rahmat, barokah dan hidayah-Nya kita harungi hari ini dengan sebaik-baik nya.
Untukmu Yang Bergelar " Wanita "

Assalamu alaikum Wr,,, Wb,,,
Bagimu Wahai Saudariku,,,,
Bagimu yang sekarang masih menginjak masa remaja, seorang gadis cantik, Muda belia nan elok dan rupawan,
Bagimu yang sekarang sudah menjadi istri dari suami mu,
Bagimu yang sekarang sudah menjadi ibu bagi anak-anak mu,
Dan Bagimu yang sekarang sudah menjadi nenek bagi cucu-cucumu,,,
Wahai kaum wanita yang Meng-Imani ALLAH sebagai Rabbnya, Menjadikan Islam sebagai Agamanya, Rasulullah Muhammad Saw sebagai Junjunganya,,,
Perhatikanlah dengan sungguh-sungguh Firman ALLAH yang di tujukan Khusus untuk Mu:
" Hai istri-istri nabi, Kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, Jika kamu bertakwa maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara (Melembut-lembutkan suara)sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit di dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik. Dan hendaklah kamu tetap berada didalam rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah sholat,Tunaikanlah Zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya...(Al-Ahzab : 32,33).
Wahai Saudariku,,, Pahamilah Kitab Al-qur'an yang menjadi pedoman kita Umat islam,,,
Janganlah engkau terpedaya dengan gemerlapnya kehidupan metropolitan, dan janganlah engkau tergoda dengan trend masa kini yang kebarat-baratan,,, tetaplah kau menjadi wanita sholehah, jadilah dirimu sendiri dan jangan kau bunuh citramu dengan membangga-banggakan gaya dan kebiasaan orang lain.
Janganlah tertipu dengan istilah-istilah baru seperti : Modernisasi, Kebebasan berekspresi, buka-bukaan, Dugem, atau yang lebih parah lagi (free sex).
Na udzubillah summa Na Udzubillah,,,
Seebenarnya mereka itu adalah orang-orang yang merugi dan musuh yang nyata bagimu, sehingga sudah bisa dipastikan kepadamu untuk melawanya, perangi semua pengaruh itu.
Namun sungguh disayangkan, karena realita yang ada sekarang bahwa sudah banyak saudari-saudari kita mengikuti jejak orang-orang yang merugi itu,,, pengaruh itu bahkan sudah merembet pada generasi muda belia yang belum benar-benar paham akan makna kehidupan dan peperangan terhadap pengaruh tersebut.
Menjadi tugas kita semua lah untuk memeranginya dan menyadarkan saudari-saudari kita agar kembali kepada jalan yang di ridhoi oleh ALLAH. Semoga kita semua lebih giat untuk itu dan di berikan kekuatan serta Hidayah oleh ALLAH Swt. Amiin...
Wassalam Saudariku.....
Jembatan Perintis Pembangunan

Siak sebelum nya adalah merupakan bagian dari daerah Kabupaten Bengkalis, Yang kemudian pecah menjadi kabupaten sendiri. Saat pertama berdiri menjadi kabupaten, siak sangatlah sepi dan silit dijangkau oleh orang-orang dari luar.
Hal ini disebabkan oleh jalur transportasi yang terhambat dengan sungai Siak yang cukup lebar. Sehingga untuk mencapai kota siak kita harus menyebrangi sungai dengan menggunakan ferry penyebrangan.Namun sekarang hal ini sudah tidak menjadi kendala. Karena sekarang untuk mencapai kota siak kita tidak perlu lagi menyebrangi sungai dengan ferry.
Jembatan siak telah selesai dan sudah di resmikan langsung oleh bapak presiden kita Susilo Bambang Yudhoyono. Jembatan siak yang diberi nama " Tengku Agung Sultanah Latifah " memang terlihat begitu megah dan kokoh. Diatas menara jembatan terdapat dua bangunan yang cukup besar dan tinggi, yang memungkinkan kita untuk melihat wilayah siak dari sisi atas dengan jelas. Bangunan pada menara yang satu dirancang untuk dijadikan Restaurant, sedangkan diatas menara yang satu lagi dijadikan tempat pemutaran film-film sejarah.
Sejak adanya jembatan ini semakin banyak investor-investor dari luar yang berani menanamkan modalnya di wilayah Siak, karena transfortasi sudah lancar. Hal ini juga berpengaruh pada harga jual hasil bumi yang menjadi normal dengan harga ditempat lain. Serta harga sembako juga di sesuaikan, karena biaya transport tidak lagi semahal sebelumnya.
Mudah-mudahan Kota Siak Sri Indrapura bisa lebih maju lagi kedepan nya, Amin,,, Ya Robbal Alamin.
Jumat, 11 Juli 2008
Pedang Sultan
Sungguh memang sangat banyak peninggalan sejarah di siak...
Sebuah pedang peninggalan raja siak juga masih ada di sini. Masih tersimpan dan terawat dengan baik di Istana Siak. Pedang ini konon merupakan senjata perang raja siak, yang sudah banyak menelan nyawa para penjajah yang mencoba masuk ke wilayah siak.
Selain pedang ini, juga masih ada baju perang dan rompi anti peluru yang juga di simpan di Istana Siak.
Makam Sultan

