Mengenai Saya

Foto saya
Alamat : Jl. STAI, Siak Sri Indrapura, Pekanbaru- Riau, Indonesia
T.Tgl.Lahir : Kisaran,12 Nov 1984, saya merupakan anak ke 3 dari 6 bersaudara. Terlahir di keluarga seadanya dan di besarkan oleh kedua orang tua yang begitu mengasihi dan menyayangi kami.Begitu tamat sekolah saya langsung merantau kedaerah Riau yaitu Sorek. Saya memulai karir disana sebagai staf admin di sebuah Dealer Jialing " Aneka Jaya Motor ". Sekarang ini saya sudah mempunya seorang istri yang sangat setia mendampingi di setiap hari-hari yang ku lalui. Juga dua orang anak yang tampan dan cantik " Rizky Mughny Putra " dan " Nur Fadhilah Putri ".

Rabu, 16 Juli 2008

Cita-cita

Masa kanak-kanak memang merupakan masa-masa terindah dalam hidup kita.

Bagaimana tidak,,,

Saat kita kecil kita selalu menjadi orang penting bagi keluarga kita. Apa saja yang kita minta selalu di usahakan untuk dituruti oleh orang tua, bahkan kita tidak pernah memikirkan bagaimana cara mereka memenuhi apa yang kita minta, sulit atau mudahkah permintaan itu jg tidak terfikir oleh kita.



Anak-anak memang memiliki daya rekam yang tinggi atas segala kejadian di sekitarnya.

Sehingga watak dan pola pikir anak-anak sangat di pengaruhi oleh lingkungan.

Begitu pula masalah hobi dan cita-citanya.



Daerah tempat tinggalku saat masih kecil merupakan daerah pinggir kota. Sedangkan posisi rumah saat itu berdekatan dengan Asrama TNI ( ABRI - sebutan saat itu ).

Aku melihat TNI yang saat itu disebut ABRI memiliki pengaruh yang sangat kuat dan begitu di segani bahkan ditakuti oleh masyarakat umum.
Hal ini sudah tertanam kuat dalam pikiranku saat itu. Dan sebagai anak-anak yang belum memahami benar kondisi sesungguhnya, Aku menjadi tertarik agar kelak bisa menjadi TNI pula.

Inilah awal cita-citaku. Hingga aku benar-benar terobsesi untuk menjadi TNI, bahkan segala hobi dan kegiatanku sehari-hari sering meniru kegiatan-kegiatan yang dilakukan TNI. Aku jadi rajin berolah raga dirumah dan lari pagi.

Hingga akhirnya aku tamat SMA, dan langsung mendaftar ke Taruna Akabri.
Ku ikuti proses tes mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat profinsi.
Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, hanya tinggal menunggu panggilan untuk tes ke tingkat pusat. Setelah rangkaian tes yang kujalani tersebut selanjutnya aku menjadi memiliki harapan yang begitu besar untuk di panggil dan lulus seleksi ditingkat pusat.

Namun, ternyata semua tidak semulus yang ku bayangkan. Sampai dengan tanggal pengumuman yang di janjikan aku tetap tidak menerima surat panggilan.
Nyata lah sudah bahwa aku tidak lulus dan tidak diikutsertakan untuk tes di tingkat pusat. Sungguh begitu kecewa diriku saat itu, dan seakan tidak mau terima dengan kenyataan yang ada.

Ya,,,
Itulah kenyataannya, yang mau atau tidak mau kita harus bisa menerimanya dengan lapang dada.
Sangat sulit memang, dan serasa ingin berontak. Tapi apakah bisa dipastikan dengan kita mendapatkan apa yang kita cita-citakan membuat hidup kita bahagia,,,?
Tidak,,,
Semuanya tidak dapat dipastikan. Dan akankah kita susah kehilangan cita-cita itu,?
Juga tidak,,,

Allah yang maha bijaksanalah yang mengetahui segalanya. Karena apa yang kita anggap buruk dan kita benci, belum tentu buruk bagi kita. Sedangkan apa yang kita anggap baik dan kita senangi belum tentu berdampak baik pula bagi kita.

Terkadang mata dan pikiran ini memang tidak bisa menembus makna dari kejadian yang kita alami. Kita sedih dan merasa susah saat kehilangan sesuatu yang kita anggap baik, sedangkan Allah mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih baik dari itu.

Jadi janganlah kita berburuksangka pada Allah saat berkurangnya sedikit nikmat, karena Allah pasti membalas setiap kesabaran dan rasa syukur dari setiap hambanya dengan limpahan nikmat yang lebih banyak lagi.

Semoga kita termasuk hamba-hambanya yang pandai beryukur atas segala nikmat dari-Nya, dan selalu sabar dalam menghadapi setiap cobaan dari-Nya.

Amin,,, Allahumma Amin...

Tidak ada komentar: