Mengenai Saya

Foto saya
Alamat : Jl. STAI, Siak Sri Indrapura, Pekanbaru- Riau, Indonesia
T.Tgl.Lahir : Kisaran,12 Nov 1984, saya merupakan anak ke 3 dari 6 bersaudara. Terlahir di keluarga seadanya dan di besarkan oleh kedua orang tua yang begitu mengasihi dan menyayangi kami.Begitu tamat sekolah saya langsung merantau kedaerah Riau yaitu Sorek. Saya memulai karir disana sebagai staf admin di sebuah Dealer Jialing " Aneka Jaya Motor ". Sekarang ini saya sudah mempunya seorang istri yang sangat setia mendampingi di setiap hari-hari yang ku lalui. Juga dua orang anak yang tampan dan cantik " Rizky Mughny Putra " dan " Nur Fadhilah Putri ".

Kamis, 25 Desember 2008

Taman Safari Indonesia - Bogor




Foto : Rekreasi ke Taman safari
Lokasi : Cisarua - Bogor
Tgl. : 05 Januari 2008
Keberangkatan kesana bersama semua Kepala Cabang Semesta Finance
Se-Indonesia.

Salam Sukses ..!!!

Pameran Yamaha Bertema " Touching Your Heart "




Acara pameran sepeda motor YAMAHA,
Yang di adakan di lapangan hijau
Kota Rengat Indragiri Hulu
Riau,Indonesia.

Kami ikut menghadiri acara tersebut bersama keluarga.
Rizky Mughny Putra ikut mencoba unit yang di pamerkan,
Berupa sepeda motor Mini ( mini bike ).

Rabu, 24 Desember 2008

Rahasia Batu Hajar Aswad



Rahsia Hajar Aswad

Posted on December 21st, 2008 admin 1 comment
window.google_render_ad();


Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planetBumi.
Fakta ini telah diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.
Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi,
dia berkata :
“Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya?.”


Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayangnya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada asalan tersembunyi di balik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite (tidak berujung), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus.
Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.


Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut (dari Ka’Bah) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad ituditurunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa
anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.

Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877)
window.google_render_ad();

Sabtu, 13 Desember 2008

Harta Karun Untuk Semua

Artikel Tetap
Jumat, 19-Oktober-2007; 09:14:30 WIB


Harta Karun Untuk Semua

Rating Artikel : Oleh : Dewi Lestari -
Penyanyi dan Penulis buku best seller "Supernova"


Dimulai sejak SD, saat saya pertama kali tahu bahwa plastik memakan waktu ratusan tahun untuk musnah, saya sering merenung: bungkus permen yang hanya bertahan sepuluh detik di tangan, lalu masuk tong sampah, ditimbun di tanah dan baru hancur setelah si pemakan permen menjadi fosil.

Sukar membayangkan apa jadinya hidup ini tanpa plastik, tanpa cat, tanpa karet, tanpa bensin. Dan sebagai konsumen dalam sistem perdagangan modern, sejak kita lahir rantai pengetahuan tentang awal dan akhir dari segala sesuatu yang kita konsumsi telah diputus.

Kita tidak tahu dan tidak dilatih untuk mau tahu ke mana kemasan styrofoam yang membungkus nasi rames kita pergi, berapa banyak pohon yang ditebang untuk koran yang kita baca setengah jam saja, beban polutan yang diemban baju-baju semusim yang kita beli membabi-buta.

Untuk aktivitas harian yang kita lewatkan tanpa berpikir, yang terasa wajar-wajar saja, pernahkah kita berhitung bahwa untuk hidup 24 jam kita bisa menghabiskan sumber daya Bumi ini berkali-kali lipat berat tubuh kita sendiri?Untuk menyiram 200 cc air kencing, kita memakai 3 liter air. Untuk memproduksi satu lapis daging burger yang mengenyangkan perut setengah hari dibutuhkan sekitar 2,400 liter air.

Produksi satu set PC seberat 24 kg yang parkir di atas meja kerja kita menghasilkan 62 kg limbah, memakai 27,594 liter air, dan mengonsumsi listrik 2,300 kwh. Bagaimana dengan chip kecil yang bekerja di dalamnya? Limbah yang dihasilkan untuk memproduksinya 4,500 kali lipat lebih berat daripada berat chip itu sendiri.

Pernahkah kita merenung, saat kita memasuki gedung FO empat lantai, atau berjalan-jalan hari Minggu ke Gasibu di tengah lautan PKL: tidakkah semua baju dan barang-barang itu mampu memenuhi kecukupan penduduk satu kota? Tapi kenapa barang-barang ini tidak ada habisnya diproduksi? Setiap hari selalu ada jubelan pakaian baru yang menggelontori pasar.

Pernahkah kita merenung, saat kita memasuki hypermarket dan melihat puluhan merk mie instan, puluhan merk sabun: haruskah kita memiliki pilihan sebanyak itu? Pernahkah kita merenung, apa yang kita inginkan sesungguhnya jauh melebihi apa yang kita butuhkan? Atas nama kecukupan, satu manusia bisa hidup dengan lima pasang baju dalam setahun, bahkan lebih. Atas nama fashion, jumlah itu menjadi tidak berbatas.

Atas nama kebutuhan, satu manusia bisa hidup dengan beberapa pilihan panganan dalam sehari. Atas nama selera dan nafsu, seisi Bumi tidak akan sanggup memenuhi keinginan satu manusia.Permasalahan ini memang bisa dilihat dari berbagai kaca mata. Seorang ekonom mungkin menyalahkan sistem kapitalisme dan globalisasi. Seorang sosialis akan mengatakan ini masalah distribusi dan pemerataan. Tapi jika kita runut, satu demi satu, bahwa Bumi adalah kumpulan negara, negara adalah kumpulan kelompok, dan kelompok adalah kumpulan individu, permasalahan ini akan kembali ke pangkuan kita.

Belum pernah dalam sejarah kemanusiaan keputusan harian kita menjadi sangat menentukan. Tidak perlu menunggu Amerika menyepakati protokol Kyoto, atau Indonesia lengser dari peringkat pertama perusak hutan tropis dunia, setiap langkah kita-memilih merk, kuantitas, tempat, gaya hidup-adalah pilihan politis dan ekologis yang menentukan masa depan seisi Bumi.


Pada waktu perayaan 17 Agustus, di kompleks saya diselenggarakan bazaar. Para warga menyewa stand untuk berjualan. Sayalah satu-satunya penjual barang bekas di antara penjual barang baru. Karena bukan demi cari untung, barang-barang itu saya lepas dengan harga sangat murah. Yang membeli bukan cuma warga kompleks, tapi juga dari kampung sekitar. Hari pertama, saya kehabisan dagangan. Terpaksa saya mengontak saudara-saudara saya. Sama dengan kebanyakan dari kita, mereka pun punya timbunan harta karun yang entah harus diapakan. Stand saya menjadi salah satu stand paling laris selama bazaar berlangsung. Dan kakak saya terkaget-kaget dengan penghasilan yang ia dapat dari tumpukan barang yang sudah dianggap sampah.Berjualan di bazaar tentu bukan satu-satunya jalan, ada aneka cara kreatif lain untuk memanfaatkan harta karun kita, termasuk juga disumbangkan.

Namun yang lebih sukar adalah memulai membuat komitmen pembatasan diri. Berkomitmen dengan rak buku, dengan lemari pakaian, dengan laci dapur, untuk tidak memenuhinya di luar kapasitas.

Siapkah kita menentukan batasan dan berjalan dalam koridor itu?Memilih hidup yang lebih sederhana, hidup dengan tempo yang lebih pelan, hidup dengan pengasahan kesadaran, tak hanya membantu kita lebih eling dan terkendali, tapi juga membantu Bumi ini.
Membuka diri untuk info dan pengetahuan ekologi adalah salah satu cara pembekalan yang baik.

Walaupun sekilas tampak merepotkan dan bikin frustrasi, tapi kantong kresek yang kita buang tadi pagi tidak akan hilang oleh sihir, dan hamburger yang kita makan tidak dipetik dari pohon. Rantai yang menyertai barang-barang itu tidak akan hilang hanya karena kita menolak tahu.

Selama ini kita adalah pembeli yang berlari. Dalam kecepatan tinggi kita bertransaksi, sabet sana sabet sini, tanpa tahu lagi apa yang sesungguhnya kita cari.

Berhentilah sejenak.
Marilah kita berjalan.

Salam Sukses Luar Biasa...!!!
Diposting oleh : deruniadi.blogspot.com

Menjadi Diri Sendiri

Artikel Tetap

Rabu, 10-Oktober-2007; 00:02:05 WIB
Menjadi Diri Sendiri

Rating Artikel : Oleh : Andrie Wongso



Alkisah, di puncak sebuah mercusuar, tampak lampu mercusuar yang gagah dengan sinarnya menerangi kegelapan malam. Lampu itu menjadi tumpuan perahu para nelayan mencari arah dan petunjuk menuju pulang.
Dari kejauhan, pada sebuah jendela kecil di rumah penjaga mercusuar, sebuah lampu minyak setiap malam melihat dengan perasaan iri ke arah mercusuar.
Dia mengeluhkan kondisinya,

“Aku hanyalah sebuah lampu minyak yang berada di dalam rumah yang kecil, gelap dan pengap. Sungguh menyedihkan, memalukan, dan tidak terhormat. Sedangkan lampu mercusuar di atas sana, tampak begitu hebat, terang dan perkasa. Ah….Seandainya aku berada di dekat mercusuar itu, pasti hidupku akan lebih berarti, karena akan banyak orang yang melihat kepadaku dan aku pun bisa membantu kapal para nelayan menemukan arah untuk membawanya pulang ke rumah mereka dan keluarganya.”

Suatu ketika, di suatu malam yang pekat, petugas mercusuar membawa lampu minyak untuk menerangi jalan menuju mercusuar. Setibanya di sana, penjaga itu meletakkan lampu minyak di dekat mercusuar dan meninggalkannya di samping lampu mercusuar.

Si lampu minyak senang sekali. Impiannya menjadi kenyataan. Akhirnya ia bisa bersanding dengan mercusuar yang gagah. Tetapi, kegembiraannya hanya sesaat. Karena perbandingan cahaya yang tidak seimbang, maka tidak seorang pun yang melihat atau memperhatikan lampu minyak. Bahkan, dari kejauhan si lampu minyak hampir tidak tampak sama sekali karena begitu lemah dan kecil.


Saat itu, lampu itu menyadari satu hal. Ia tahu bahwa untuk menjadikan dirinya berarti, dia harus berada di tempat yang tepat, yakni di dalam sebuah kamar. Entah seberapa kotor, kecil dan pengapnya kamar itu, tetapi di sanalah lebih bermanfaat. Sebab, meski nyalanya tak sebesar mercusuar, lampu kecil itu juga bisa memancarkan sinarnya menerangi kegelapan untuk orang lain. Lampu kini tahu, sifat iri hati karena selalu membandingkan diri dengan yang lain, justru membuat dirinya tidak bahagia dan memiliki arti.


Pembaca yang budiman,Hidup kita tentu akan menderita jika merasa diri sendiri selalu lebih rendah dan kecil. Maka, tidak akan tenang hidup jika kita selalu membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain dan menganggap orang lain lebih hebat. Apalagi, jika kita kemudian secara membuta mencoba menjadi orang lain.

Meniru orang memang sah dan boleh saja.
Namun, belajarlah dari orang lain dari sisi yang baik saja, tentu dengan tanpa mengecilkan dan meremehkan diri sendiri.Karena itu, apapun keadaan diri, kita harus senantiasa belajar bersyukur dan tetap bangga menjadi diri sendiri.

Selain itu, kita juga butuh melatih dan memelihara keyakinan serta kepercayaaan diri. Dengan menyadari kekuatan dan kelebihan yang kita miliki, dan mau berjuang selangkah demi selangkah menuju sasaran hidup yang telah kita tentukan, ditambah bekal kekayaan mental yang kita miliki, pastilah kemajuan dan kesuksesan yang lebih baik akan kita peroleh.

Jadilah diri sendiri!
Be your self!

Salam sukses luar biasa!!!

di kutip oleh :
deruniadi.blogspot.com
Minggu, 14 Desember 2008 ; 13 : 01 : 16

Selasa, 02 Desember 2008

Bahagiakan Mereka


Bismillaahirrahmaanirrahiim,


Langkahku terhenti, ketika sebuah teriakan tercipta dari bibir mungilnya yang lucu. Aku menoleh kearahnya, seorang anak kecil berusia sekitar empat tahunan.

Ia berlari untuk kemudian berceloteh,

"Abi, Ummi bilang abi mau ngajak kita belanja ya? Aku mau dibeliin mainan baru bi, O ya, baju koko ku juga udah kecil bi, bentar lagi kan lebaran, beli lagi ya bi? Terus abi juga janji kan mau bawa aku jalan-jalan, kapan bi?", tanyanya.


Seseorang yang tadi dipanggil Abi itu kemudian sambil memainkan rambut anak laki-lakinya dia tersenyum dan berujar,
"Iya, insyaAlloh nanti kita pergi bareng Ummi ya Iqbal, sekarang Iqbal mandi dulu terus siap-siap bentar lagi kita ke masjid."



Ada sorot mata kasih sayang ketika dua pandangan mereka bertemu. Aku tertegun, ada keharuan yang menyeruak dalam dada ini. Mulutku terkatup rapat, mata terpejam, serasa ada tetesan air di penghujung mata ini.


Kucoba tersenyum sambil berucap, "Alhamdulillah... ", gumamku.
Keceriaan, kegembiraan bahkan nilai dari sebuah kesempatan untuk merasakan kebahagiaan saat-saat bersama dengan seorang ayah seperti itu yang memang tidak pernah aku rasakan.


Namun ternyata bukan hanya olehku, ia sang Rasul Alloh pun mungkin merasakan hal yang sama saat itu. Bahkan berjuta anak-anak lainpun akan tidak jauh beda merasakannya, ketika kondisi memaksa mereka menjadikannya berada pada posisi tersebut. Menjadi seorang yang hanya bisa berharap, bermimpi bisa mendapatkan belaian kasih sayang yang utuh dari kedua orang tuanya.


Mereka tidak pernah meminta untuk terlahir dan hadir didunia ini tanpa merasakan kasih sayang seorang ayah ataupun ibu. Mereka juga tidak pernah berharap berada pada satu posisi kekurangan kasih sayang karena ketidakberadaan salah satu dari kedua orang tuanya.


Namun yang jelas ternyata Alloh tidak hanya menguji mereka dengan kesabaran dan ketawakalannya untuk bisa menerima dan menjalani hari-harinya dengan tetap tegar. Tapi juga ternyata Alloh menguji kita, menguji sejauh mana kita mampu berbagi kasih dengan mereka, menguji sebesar apa kita mampu berbagi sayang dalam kehidupan mereka.


Disaat begitu banyak kebersamaan, kebahagiaan dan keceriaan kita tercipta dengan anak-anak kita, namun ternyata betapa sedikit kita tersadar bahwa di ujung sana, sepasang mata kecil yang tidak pula berbeda mengharapkan kebersamaan dengan orang tua-orang tua mereka, hanya mampu berurai air mata, mereka hanya mampu menunduk dan tersedu.

Tidak berlebihan memang, ketika Rasul begitu memuliakan posisi mereka yang mencintai anak-anak yatim di akhirat kelak, bak dua jari tengah dan telunjuk yang di antaranya tanpa satupun jari pemisah. Subhanalloh...


Untuk itu, disaat kini purnama Ramadhan yang kian hari kian tak sempurna lagi, tiada salahnya bila kita coba menengok kesekeliling kita.

Siapa tahu di sana masih ada airmata kesedihan yang mengharapkan belaian kasih sayang kita, hanya untuk membesarkan jiwa-jiwa mereka, dan meyakinkan mereka bahwa kita bisa menjadi pengganti bagi ayah-ibu mereka. Dekap, belai dan bahagiakanlah mereka...


Wallahu'alam bish-shawab.

Minggu, 30 November 2008

Syukur dan Nikmat

Setiap nikmat itu menjadi pembuka atau penutup pintu nikmat lainnya, kita sering menginginkan nikmat padahal rahasia yang bisa mengundang nikmat adalah syukur atas nikmat yang ada, jangan engkau lepaskan nikmat yang besar dengan tidak mensyukuri nikmat yang kecil.


Tidak usah risau terhadap nikmat yang belum ada, justru risaulah kalau nikmat yang ada tidak disyukuri, Allah sudah berjanji kepada kita dengan janji yang pasti ditepati La in Syakartum la-aziidannakum (jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah rezekimu)(QS. 14 ; 7). Maka daripada kita sengsara oleh nikmat yang belum ada lebih baik bagaimana yang ada bisa disyukuri, sayangnya kalau kita mendengar kata syukuran itu yang terbayang hanya makanan, padahal syukuran itu adalah bentuk amal yang dahsyat sekali pengaruhnya.

Beberapa tips menjadi orang yang bersyukur.
Menjadikan hati kita tidak merasa memiliki, dan yakin segalanya milik Allah SWT. Makin kita merasa memiliki sesuatu akan makin takut kehilangan dan takut kehilangan adalah suatu bentuk kesengsaraan, tapi kalau kita yakin semuanya milik Allah, maka diambil oleh Allah tidak layak kita merasa kehilangan karena kita merasa tertitipi. Makin merasa rejeki itu milik manusia kita akan merasa berharap kepada manusia dan akan makin sengsara, senikmat-nikmat dalam hidup adalah kalau kita tidak berharap kepada mahluk tetapi berharap hanya kepada Allah SWT. Kemudian kita juga dapat memanfaatkan nikmat yang ada untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Alkisah ada tiga pengendara kuda masuk kedalam belantara, ketika dia tertidur kemudian saat terjaga dilihat kudanya telah hilang semua, betapa kagetnya mereka dan pada saat yang sama dalam keadaan kaget, ternyata seorang raja yang bijaksana melihat hal tersebut dan mengirimkan kuda yang baru lengkap dengan perbekalan, ketika dikirimkan reaksi ketiga pengendara yang hilang kudanya itu berbeda-beda,
Si A kaget dan berkomentar ," wah ini hebat sekali kuda, bagus ototnya, bekalnya banyak pula!, dia sibuk dengan kuda tanpa bertanya kuda siapakah ini?".

Si B, gembira dengan kuda yang ada dan berkomentar,"wah ini kuda hebat". Sambil berterima kasih kepada yang memberi.

Sikap Si C beda lagi , ia berkomentar, "lho ini bukan kuda saya, ini kuda milik siapa? ". yang ditanya menjawab, " ini kuda milik raja ", si C bertanya kembali, "kenapa raja memberikan kuda ini ?".


Dijawab," sebab raja mengirim kuda agar engkau mudah bertemu dengan sang raja".
Dia gembira bukan karena bagusnya kuda, dia gembira karena kuda dapat memudahkan dia dekat dengan sang raja.


Nah begitulah, si A adalah manusia yang kalau mendapatkan mobil, motor, rumah, dan kedudukan sibuk dengan kendaraan itu, tanpa sadar bahwa itu adalah titipan orang yang paling bodoh adalah orang yang punya dunia tapi dia tidak sadar bahwa itu titipan Allah, yang B mungkin adalah model kita yang ketika senang kita mengucap Alhamdulillah, tetapi ahli syukur yang asli adalah yang ketiga yang kalau punya sesuatu dia berpikir bahwa inilah kendaraan yang dapat menjadi pendekat kepada Allah SWT.


Posted in Tausiah printer friendly version

Selasa, 25 November 2008

Pernikahan

Pernikahan dianggap sebagai titik balik penting di dalam kehidupan seseorang. Setiap pemuda atau pemudi berharap bertemu dengan idamannya. Pasangan yang baik menjadi tujuan utama dalam hidup dan orang-orang muda nyaris "terindoktrinasi" akan pentingnya menemukan pasangan yang baik bagi dirinya.

Namun pada dasarnya, hubungan antara pria dan wanita tidak mempunyai landasan yang kokoh di masyarakat jahiliyah yakni masyarakat yang di mana anggotanya tidak menerima jalan hidup yang qurani. "Persahabatan" adalah semata hubungan romantis di mana kedua jenis kelamin mencari kepuasan emosional.

Sedangkan, pernikahan biasanya didasarkan pada keuntungan materiil timbal balik. Banyak wanita berupaya mendapatkan "pria yang sukses" karena mengharapkan standar kehidupan yang tinggi. Dengan tujuan semacam itu, seorang gadis muda dapat dengan mudah menerima seorang yang tidak ia cintai sebagai pasangan seumur hidup. Sebaliknya, yang dicari seorang pria pada seorang wanita seringkali adalah "wajah yang cantik".


Namun sudut pandang masyarakat jahiliyah ini mengabaikan sebuah fakta teramat penting: semua nilai kebendaan pada akhirnya pasti tumpas. Allah dapat menarik kembali kekayaan seseorang dengan seketika. Begitu pula, hanya perlu beberapa detik untuk kehilangan wajah yang cantik.
Misalnya, jika kita setiap hari pergi dan pulang bekerja di kota besar, kapan saja kita dapat terkena kecelakaan yang mungkin meninggalkan bekas luka yang tetap dan mengerikan di wajah.

Sementara itu, waktu menyebabkan kerusakan yang tak dapat diperbaiki terhadap kesehatan, kekuatan, dan kecantikan kita. Di bawah kondisi yang tidak dapat diramalkan seperti itu, apa konsekuensi dari sistem yang murni berlandaskan nilai-nilai materialistik? Misalnya, bayangkan seorang pria yang menikahi seorang wanita hanya karena dia terkesan akan parasnya yang cantik.
Apa yang akan dipikirkannya jika wajah wanita itu rusak parah karena kecelakaan? Akankah ia meninggalkan wanita itu ketika mulai muncul keriput di wajahnya? Jawabannya tidak diragukan akan mengungkapkan dasar pemikiran materialistik yang tidak masuk akal.


Sebuah pernikahan menjadi berharga tatkala dimaksudkan semata untuk mencapai keridhaan Allah. Jika tidak, pernikahan akan menjadi beban baik di dunia ini maupun di alam setelahnya. Jika pun tidak di dunia ini, manusia pada akhirnya akan memahami di hari akhirat, bahwa ini bukanlah jalan yang patut bagi jiwa manusia.

Namun, saat itu sudah terlambat; pada hari penghisaban, dia akan menjadikan istrinya, yang dekat dengannya di dunia ini, sebagai tebusan bagi keselamatan dirinya. Kengerian pada hari itu akan membuat semua hubungan di dunia ini kehilangan arti. Allah memberikan penuturan rinci tentang hubungan antara anggota-anggota keluarga pada hari akhirat pada ayat berikut:

Sedang mereka saling memandang. Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus dari azab hari itu dengan anak-anaknya, dan istrinya dan saudaranya, dan kaum familinya yang melindunginya. (QS. Al Ma'aarij: 11-13)


Di dalam Al Quran, diceritakan tentang Abu Lahab yang menerima azab selama-lamanya di dalam neraka bersama istrinya:

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut. (QS. Al Lahab, 111: 1-5)

Jenis pernikahan yang diterima Allah adalah yang didasarkan pada kriteria yang sama sekali berbeda. Berlawanan dengan pernikahan yang lazim di masyarakat jahiliyah, di mana orang-orang tidak mengindahkan akan memperoleh keridhaan Allah, kriterianya bukanlah uang, ketenaran, atau kecantikan, namun sebuah pernikahan ditujukan untuk mencapai keridhaan Allah. Bagi orang-orang mukmin, satu-satunya kriteria adalah ketakwaan, yakni 'menjauhi segala yang dilarang, melakukan segala yang disuruh, dan takut kepada Allah.

Begitu pula, seorang mukmin hanya dapat menikahi seseorang yang menunjukkan ketaatan yang penuh kepada Allah. Orang-orang mendapatkan kedamaian dan kebahagiaan di dalam pernikahan ini. Berikut adalah ayat yang bersangkut paut dengan ini:


Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS. Ar-Ruum, 30: 21)


Dengan ketakwaan sebagai ikatan satu-satunya, orang-orang mukmin pastilah akan memperoleh kehidupan yang menyenangkan di Hari Akhirat. Tatkala mereka saling memperingatkan akan kebajikan dan saling membimbing ke surga sepanjang hidup mereka, mereka juga akan menjadi teman dekat selamanya. Hubungan mereka adalah seperti yang digambarkan berikut ini:


Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (QS. At-Taubah, 9: 71)

Minggu, 23 November 2008

Simpuh Ku Bagi MU Ya ALLAH

Ya Allah....
Izinkan ku bersimpuhmunajatku padamu KHalik....
Ya Allah....
Sungguh Engkau Maha Tahu segalanya
Tahu tentang betapa dalam dan kotor dosaku
Tahu tentang betapa seringnya aku meninggalkan syariahMU
Tahu tentang betapa minimnya rasa syukur ku pada MU
Padahal begitu tak terhitung besarnya nikmat Mu yang Engkau berikan
Tahu tantang hari hari yang kulalui tanpa mengingat MU
Tahu tentang betapa hina diri ini
Tentang kotornya hati ini
Tentang dhoifnya hamba ini....
Ya Khalik,
Ya Rahman, Ya Rahim...
Kan ku bawa berlari dosa ini
'Tuk mengejar ampunanMu
Ya Rabbi....
Kini hamba beranikan diri ini bersimpuh dihadap Mu
Berharap mendapat tempat tuk bersandar
Memohon 'tuk peroleh ampunan dari MU
Walau demikian luasnya khilafku Ya Rabbi....
Namun ampunan Mu bahkan Maha luas
Walau tak terperi lukaku ini
Namun ku yakin pengampunan MU selalu ada bagi Hamba MU ini Ya Ghaffar...
Ampunan Mu lebih luas dari dosaku
Lebih dalam dari khilafku...
Faghfirli ya ghaffar....

Wanita dan Rasa Kue

Ibnu Abbas bukan cuma seorang yang pandai dan cerdik, tetapi juga tampan.

Banyak gadis tergila-gila padanya. Namun, dia hanya ingin beristri wanita salihah.
Allah mengabulkan keinginannya. Pada suatu hari, istrinya diajak bersilaturahmi ke semua kerabat dan handai taulan. Tetapi, orang-orang, terutama kaum lelaki, selalu lebih melirik pada sang istri ketimbang Ibnu Abbas. Ibnu Abbas merasakan lirikan itu penuh nafsu dan gairah. Hal ini membuatnya galau.


Akhirnya, Ibnu Abbas mengundang para rekan dan kerabatnya berkunjung kerumahnya. Dia menyediakan mereka hidangan kue berbentuk sama, tetapi beraneka warna, mulai dari putih, coklat, kuning, dan hitam. Ibnu Abbas mempersilakan para tamunya mencicipi hidangan itu.

''Wah, kue yang coklat ini lezat,'' bisik seorang tamunya. ''Tetapi, kue yang putih ini juga nikmat,'' bisik tamu lainnya. Tamu yang telah mencicipi kue coklat itu tidak percaya, lalu mencoba kue-kue yang disarankan rekan-rekannya. ''Nah, rasanya sama 'kan dengan kue yang berwarna coklat tadi?'' tanya seorang rekannya. Perbincangan para tamu berkutat pada kue yang beraneka warna, namun satu rasa, manis semua.


Akhirnya, Ibnu Abbas berbicara, ''Saudara-saudaraku semua, saya sengaja memberi warna kue ini dengan warna putih, coklat, kuning, hitam, namun rasanya sama, manis semua. Begitu juga dengan istri-istri saudara. Meraka yang berkulit putih, coklat, kuning, dan hitam, walaupun berbeda warna, rasanya bisa saya pastikan sama semua.


''Rasulullah saw menganjurkan kepada mereka yang sudah beristri, jika melihat wanita lain lalu bernafsu, hendaknya segera pulang dan menunaikan kewajibannya sebagai suami terhadap istri. Apa yang dimiliki wanita lain juga ada pada istri kita.

Sementara itu, terhadap mereka yang belum menikah, dalam hadisnya Rasulullah berkata, ''Wahai para pemuda, siapa pun di antara Anda yang sudahmampu [memberi nafkah lahir batin] segeralah menikah.

Sementara bagi yang belum mampu, lebih baik baginya berpuasa karena puasa dapat membendung hawa nafsu.''Dalam hadis yang diriwayatkan Ahmad bin Hambal, nabi bersabda, ''Pandangan [bernafsu] adalah anak panah yang beracun dari busur Iblis.


Barang siapa yang menahan pandangannya dari kemolekan wanita, Allah akan memberikan kenikmatan dalam hatinya sampai hari perjumpaannya dengan Allah.''

" Batu Kecil "



Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya.
Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.


Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itulalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang kedua pun memperoleh hasil yang sama.
Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit, temannya menengadah ke atas? Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.


Alloh kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Seringkali Alloh melimpahi kita dengan rahmat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Karena itu, agar kita selalu mengingatkepadaNya, Alloh sering menjatuhkan "batu kecil" kepada kita.

" Mudah-mudahan kita termasuk orang yang sering mendapat petunjuk dan peringatan dari - Nya. "

Amin...

Rabu, 19 November 2008

Pria Tampan DAN Kaya Kurang Disukai Wanita



Apa Benar ya,,,?

Apa yang menjadi kriteria terpenting bagi wanita dalam memilih pasangan untuk jangka panjang (baca: suami)? Akan ada banyak variasi jawaban untuk pertanyaan yang satu ini, namun rasanya hanya sedikit sekali yang akan menempatkan faktor tampang atau penghasilan sebagai yang nomor satu.
Tapi, seandainya para wanita diperbolehkan untuk membayangkan suami impiannya, kedua faktor tersebut pastilah akan masuk bersama-sama dengan kriteria terpenting mereka. Bagaimanapun juga, siapa sih yang nggak mengangankan pasangan yang sempurna?
Jawabannya adalah: kebanyakan wanita, menurut sebuah penelitian terbaru.
Para peneliti psikologi evolusioner berpendapat bahwa ketertarikan wanita, yang sekilas terlihat dangkal, terhadap wajah yang tampan dan dompet yang tebal sebenarnya memiliki akar evolusi yang mendalam. Pemilik wajah yang tampan diasosiasikan memiliki gen yang bagus dan kuat, sementara status ekonomi yang tinggi membuat anak (penerus gen orangtua) dapat dirawat sebaik mungkin. Namun, Majalah Psychology Today edisi Juli-Agustus 2007 melaporkan temuan Simon Chu yang dimuat dalam jurnal Personality and Individual Differences, bahwa wanita kurang menyukai pria yang memiliki kedua karakteristik tersebut.

Dalam penelitiannya, Chu memberikan beberapa foto pria yang telah dikategorikan (atraktif, rata-rata, tidak atraktif) kepada partisipan yang semuanya wanita. Foto-foto tersebut juga disertai keterangan pribadi yang menyiratkan status ekonomi mereka. Para partisipan kemudian diminta untuk menilai sejauh mana mereka tertarik untuk menjadikan pria-pria tersebut sebagai suami. Tadinya Chu berhipotesis bahwa pria yang dikategorikan atraktif dan berstatus ekonomi tinggi akan menjadi pilihan utama sebagian besar partisipan, namun hasilnya ternyata tidak persis begitu. Mereka ternyata lebih memilih pria atraktif dan berstatus ekonomi menengah saja sebagai pilihan utama.

Ada apa dengan pilihan itu? Menurut penelitian tersebut, wanita merasa ragu-ragu berpasangan dengan pria yang sempurna karena pria semacam itu juga banyak diinginkan oleh wanita lain, sehingga memperbesar kemungkinan pasangannya untuk selingkuh. Chu menambahkan, bukan berarti para pria yang termasuk golongan ini bakal kesulitan mencari pasangan selamanya. Hanya saja, usaha mereka untuk dapat meyakinkan (calon) pasangan bahwa mereka adalah orang yang setia harus lebih gigih dibanding pria lain.

Sumber:
Healthy, Wealthy, and Unwanted – Psychology Today, Juli-Agustus 2007

Keajaiban Dunia

Tujuh Keajaiban Dunia

Oleh: Buletin Jum’at Al-AtsariyyahPosting: 15-03-2008 Dibaca: 306 kali
Menara Pisa, Tembok Cina, Candi Borobudur, Taaj Mahal, Ka’bah, Menara Eiffel, dan Piramida di mesir, inilah semua keajaiban dunia yang kita kenal. Namun sebenarnya semua itu belum terlalu ajaib, karena di sana masih ada tujuh keajaiban dunia yang lebih ajaib lagi. Mungkin para pembaca bertanya-tanya, keajaiban apakah itu?

Memang tujuh keajaiban lain yang kami akan sajikan di hadapan pembaca sekalian belum pernah ditayangkan di TV, tidak pernah disiarkan di radio-radio dan belum pernah dimuat di media cetak. Tujuh keajaiban dunia itu adalah:


* Hewan Berbicara di Akhir Zaman
Maha suci Allah yang telah membuat segala sesuatunya berbicara sesuai dengan yang Ia kehendaki. Termasuk dari tanda-tanda kekuasaanya adalah ketika terjadi hari kiamat akan muncul hewan melata yang akan berbicara kepada manusia sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an, surah An-Naml ayat 82,

"Dan apabila perkataan Telah jatuh atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami".

Mufassir Negeri Syam, Abul Fida’ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy berkomentar tentang ayat di atas, "Hewan ini akan keluar diakhir zaman ketika rusaknya manusia, dan mulai meninggalkan perintah-perintah Allah, dan ketika mereka telah mengganti agama Allah. Maka Allah mengeluarkan ke hadapan mereka hewan bumi. Konon kabarnya, dari Makkah, atau yang lainnya sebagaimana akan datang perinciannya. Hewan ini akan berbicara dengan manusia tentang hal itu".[Lihat Tafsir Ibnu Katsir (3/498)]

Hewan aneh yang berbicara ini akan keluar di akhir zaman sebagai tanda akan datangnya kiamat dalam waktu yang dekat. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
"Sesungguhnya tak akan tegak hari kiamat, sehingga kalian akan melihat sebelumnya 10 tanda-tanda kiamat: Gempa di Timur, gempa di barat, gempa di Jazirah Arab, Asap, Dajjal, hewan bumi, Ya’juj & Ma’juj, terbitnya matahari dari arah barat, dan api yang keluar dari jurang Aden, akan menggiring manusia". [HR. Muslim dalam Shohih-nya (2901), Abu Dawud dalam Sunan-nya (4311), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (2183), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (4041)]


* Pohon Kurma yang Menangis
Adanya pohon kurma yang menangis ini terjadi di zaman Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- , mengapa sampai pohon ini menangis? Kisahnya, Jabir bin Abdillah-radhiyallahu ‘anhu- bertutur,

"Jabir bin Abdillah -radhiyallahu ‘anhu- berkata: "Adalah dahulu Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- berdiri (berkhutbah) di atas sebatang kurma, maka tatkala diletakkan mimbar baginya, kami mendengar sebuah suara seperti suara unta dari pohon kurma tersebut hingga Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- turun kemudian beliau meletakkan tangannya di atas batang pohon kurma tersebut" .[HR.Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (876)]
Ibnu Umar-radhiyallahu ‘anhu- berkata,

"Dulu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkhuthbah pada batang kurma. Tatkala beliau telah membuat mimbar, maka beliau berpindah ke mimbar itu. Batang korma itu pun merintih. Maka Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya sambil mengeluskan tangannya pada batang korma itu (untuk menenangkannya)". [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (3390), dan At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (505)]


* Untaian Salam Batu Aneh
Mungkin kalau seekor burung yang pandai mengucapkan salam adalah perkara yang sering kita jumpai. Tapi bagaimana jika sebuah batu yang mengucapkan salam. Sebagai seorang hamba Allah yang mengimani Rasul-Nya, tentunya dia akan membenarkan seluruh apa yang disampaikan oleh Rasul-Nya, seperti pemberitahuan beliau kepada para sahabatnya bahwa ada sebuah batu di Mekah yang pernah mengucapkan salam kepada beliau sebagaimana dalam sabdanya,

Dari Jabir bin Samurah dia berkata, Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, "Sesungguhnya aku mengetahui sebuah batu di Mekah yang mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diutus, sesungguhnya aku mengetahuinya sekarang".[HR.Muslim dalam Shohih-nya (1782)].


* Pengaduan Seekor Onta
Manusia adalah makhluk yang memiliki perasaan. Dari perasaan itu timbullah rasa cinta dan kasih sayang di antara mereka. Akan tetapi ketahuilah, bukan hanya manusia saja yang memiliki perasaan, bahkan hewan pun memilikinya. Oleh karena itu sangat disesalkan jika ada manusia yang tidak memiliki perasaan yang membuat dirinya lebih rendah daripada hewan. Pernah ada seekor unta yang mengadu kepada Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mengungkapkan perasaannya.

Abdullah bin Ja’far-radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Pada suatu hari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- pernah memboncengku dibelakangnya, kemudian beliau membisikkan tentang sesuatu yang tidak akan kuceritakan kepada seseorang di antara manusia. Sesuatu yang paling beliau senangi untuk dijadikan pelindung untuk buang hajatnya adalah gundukan tanah atau kumpulan batang kurma. lalu beliau masuk kedalam kebun laki-laki Anshar. Tiba tiba ada seekor onta. Tatkala Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- melihatnya, maka onta itu merintih dan bercucuran air matanya. Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya seraya mengusap dari perutnya sampai ke punuknya dan tulang telinganya, maka tenanglah onta itu. Kemudian beliau bersabda, “Siapakah pemilik onta ini, Onta ini milik siapa?” Lalu datanglah seorang pemuda Anshar seraya berkata, “Onta itu milikku, wahai Rasulullah”.

Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,
“Tidakkah engkau bertakwa kepada Allah dalam binatang ini, yang telah dijadikan sebagai milikmu oleh Allah, karena ia (binatang ini) telah mengadu kepadaku bahwa engkau telah membuatnya letih dan lapar”. [HR. Abu Dawud dalam As-Sunan (1/400), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (2/99-100), Ahmad dalam Al-Musnad (1/204-205), Abu Ya’la dalam Al-Musnad (3/8/1), Al-Baihaqiy dalam Ad-Dala’il (6/26), dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqa (9/28/1). Lihat Ash-Shahihah (20)]


* Kesaksian Kambing Panggang
Kalau binatang yang masih hidup bisa berbicara adalah perkara yang ajaib, maka tentunya lebih ajaib lagi kalau ada seekor kambing panggang yang berbicara. Ini memang aneh, akan tetapi nyata. Kisah kambing panggang yang berbicara ini terdapat dalam hadits berikut:
Abu Hurairah-radhiyallahu ‘anhu- berkata,

"Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menerima hadiah, dan tak mau makan shodaqoh. Maka ada seorang wanita Yahudi di Khoibar yang menghadiahkan kepada beliau kambing panggang yang telah diberi racun. Lalu Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun memakan sebagian kambing itu, dan kaum (sahabat) juga makan. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, "Angkatlah tangan kalian, karena kambing panggang ini mengabarkan kepadaku bahwa dia beracun". Lalu meninggallah Bisyr bin Al-Baro’ bin MA’rur Al-Anshoriy. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengirim (utusan membawa surat), "Apa yang mendorongmu untuk melakukan hal itu?" Wanita itu menjawab, "Jika engkau adalah seorang nabi, maka apa yang aku telah lakukan tak akan membahayakan dirimu. Jika engkau adalah seorang raja, maka aku telah melepaskan manusia darimu". Kemudian Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memerintahkan untuk membunuh wanita itu, maka ia pun dibunuh. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda ketika beliau sakit yang menyebabkan kematian beliau,"Senantiasa aku merasakan sakit akibat makanan yang telah aku makan ketika di Khoibar. Inilah saatnya urat nadi leherku terputus". [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (4512). Di-shohih-kan Al-Albaniy dalam Shohih Sunan Abi Dawud (hal.813), dengan tahqiq Masyhur Hasan Salman]


* Batu yang Berbicara
Setelah kita mengetahu adanya batu yang mengucapkan salam, maka keajaiban selanjutnya adalah adanya batu yang berbicara di akhir zaman. Jika kita pikirkan, maka terasa aneh, tapi demikianlah seorang muslim harus mengimani seluruh berita yang disampaikan oleh Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, baik yang masuk akal, atau tidak. Karena Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidaklah pernah berbicara sesuai hawa nafsunya, bahkan beliau berbicara sesuai tuntunan wahyu dari Allah Yang Mengetahui segala perkara ghaib.

Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
"Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, "Wahai hamba Allah, Inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia". [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shohih-nya (2922)]

Al-Hafizh Ibnu Hajar-rahimahullah- berkata, "Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadits ini (menunjukkan) bahwa benda-benda itu berbicara secara hakikat".[Lihat Fathul Bari (6/610)]


* Semut Memberi Komando
Mungkin kita pernah mendengar cerita fiktif tentang hewan-hewan yang berbicara dengan hewan yang lain. Semua itu hanyalah cerita fiktif belaka alias omong kosong. Tapi ketahuilah wahai para pembaca, sesungguhnya adanya hewan yang berbicara kepada hewan yang lain, bahkan memberi komando, layaknya seorang komandan pasukan yang memberikan perintah. Hewan yang memberi komando tersebut adalah semut. Kisah ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Qur’an,

"Dan Sulaiman Telah mewarisi Daud, dan dia berkata: "Hai manusia, kami Telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) Ini benar-benar suatu kurnia yang nyata".Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa Karena (mendengar) perkataan semut itu. dan dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah Aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang Telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah Aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh". (QS.An-Naml: 16-19).

Inilah beberapa perkara yang lebih layak dijadikan "Tujuh Keajaiban Dunia" yang menghebohkan, dan mencengangkan seluruh manusia. Orang-orang beriman telah lama meyakini dan mengimani perkara-perkara ini sejak zaman Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- sampai sekarang. Namun memang kebanyakan manusia tidak mengetahui perkara-perkara itu. Oleh karena itu, kami mengangkat hal itu untuk mengingatkan kembali, dan menanamkan aqidah yang kokoh di hati kaum muslimin.

Sumber: www.darussalaf.or.id

Selasa, 18 November 2008

Main Bola


Assalamu Alaikum,,,


Ditengah kemelut krisis ekonomi dunia, yang tentunya juga sangat berdampak pada berbagai bidang kehidupan, eh,,,



kita malah sempat-sempatnya menyibukkan diri dengan main bola bareng karyawan nich.

Selain untuk menyehatkan badan, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjalin silaturrahim atara sesama karyawan. Hal ini sangatlah penting karena terkadang pada situasi dan momen seperti ini justru kita bisa lebih terbuka lagi dan saling bertukar pikiran mengenai masalah-masalah yang sedang di hadapi.


Sungguh sangat ironis bila kita berada dalam satu payung perusahaan akan tetapi justru kurang akrab atau malah tidak saling kenal. Hanya karena kita selalu disibukkan dengan berbagai aktivitas kerja yang begitu padatnya.


Padahal justru dengan melakukan kegiatan bersama seperti ini kita bisa saling bantu dan saling memberi masukan. Karena tidak mustahil bahwa suatu masalah yang ada di satu daerah juga sudah pernah terjadi di daerah lain dan sudah ditemukan solusinya. Sehingga saat momen-momen pengalaman tersebut bisa menjadi bahan masukan bagi yang sedang menghadapi masalah tersebut.


Nih sedikit contoh variasi Tim yang terbentuk,,,


he he he,,,























Dalam kondisi sulit kita jangan malah sibuk untuk saling menyalahkan atau saling melempar masalah yang sedang kita hadapi, Namun justru mari kita lebih giat untuk membina kekompakan Tim kita dan secara bersama-sama menyelesaikan semua masalah yang sedang kita hadapi.


Karena dengan begitu pasti semua masalah yang ada akan lebih mudah untuk kita hadapi. Kita juga akan lebih siap untuk menerima kemungkinan terburuk apapun itu, dan saling memberi semangat antara sesama
























Jumat, 19 September 2008

Ayat 1000 Dinar

Assalamu Alaikum Wr,,,Wb,,,

Mungkin anda pernah mendengar masalah Doa/Ayat 1000 Dinar, yang menurut khabarnya sangat banyak manfaat nya bila sering di amalkan.

Berikut ini saya ingin berbagi masalah Ayat 1000 dinar tersebut,
dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.
Bunyi ayat 1000 dinar adalah sebagai berikut :


“Wamaa ya taqilaha yajallahu mahrajar wayarzuqhu minhaitsu layahtasib…Wamaa ya tawaqal alallahi fahuwa hasbuhu inalallaha baliqu amrihi qajal lallahu liquli syaiin qodir..”

Artinya:
“Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah SWT, akan diberikan kelapangan dan rezeki yang tidak terduga…Barang siapa yang bertawakal pasti akan dijamin-Nya…..Sesungguhnya Allah itu sangat tegas dengan perintahnya…Dia-lah yang mentakdirkan segala sesuatu..”


Sebelum membaca doa Ayat 1000 Dinar ini, bersihkan dulu hati dari segala nafsu duniawi yang negative..kemudian ucapkan dalam hati niat sbb:


Audzu billah himinnas syaitonni rodzim (aku berlindung kepada Allah dari gangguan setan terkutuk)….Bissmillahi rachmanni rakhim (dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang) Astagfirullah al adzim ( ya Allah, aku mohon ampun kepadaMu)..Allahuma soli alla Muhamad wa ala Ali Muhamad (salawat nabi)…

aku memanjatkan doa Ayat 1000 Dinar kepada-Mu sebagai ikrar keimanan dan ketaqwaanku kepada Mu…hanya pada-MU lah aku menyembah dan hanya pada-Mu lah aku minta pertolongan…berikanlah aku kebahagiaan didunia dan kebahagiaan diakhirat, selamatkanlah aku dari siksa api neraka…Amin…”

Demikianlah sedikit pengetahuan yang saya dapat, Mudah-mudahan bisa di amalkan.
Amin...


Minggu, 31 Agustus 2008

Apalah Arti Sebuah Nama







Apalah Arti sebuah nama,,,?


Pertanyaan ini sering kita dengar, karena banyak orang yang menganggap Nama tidaklah terlalu penting...


Ada pengalaman baru yang saya alami,,,

Saat salah seorang kakak saya memperoleh anggota keluarga baru.

Saya diminta mencarikan nama yang bagus untuk anaknya tersebut.


Wah,,, Agak repot tuh saat saya di beri kepercayaan yang belum pernah saya kerjakan.

Namun Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan nama yang bagus untuk anaknya tersebut, Saya beri nama " Khairunisa Salsabila ", yang artinya " Sebaik-baik Wanita Yang Menjadi Mata Air Surga ".


Mudah-mudahan nama itu menjadi Do'a yang bai adanya bagi si kecil, Amin,,, Ya Robbal Alamin...


Nama sangatlah penting karena kita akan dipanggil untuk dihisab kelak sesuai dengan nama kita masing-masing.

Dan nama itu ibarat Do'a bagi anak-anak kita.

Dengan kita memberi nama yang baik, berarti kita mendo'akan kebaikan bagi anak kita.


Jadi carilah nama yang baik bagi generasi kita, dengan harapan mereka akan mendapat kebaikan pula sesuai nama yang kita beri. Amin...


Selamat ya kak dengan momongan barunya.

Mudah-mudahan menambah kebahagiaan di dalam rumah tangga kakak.

Amin...



Jumat, 29 Agustus 2008

Shalawat Nariyah

Assalamu Alaikum Wr,,, Wb,,,

Apa Khabar teman-teman semua,,?

Sekedar berbagi pengetahuan aja nih ya,,,
Ada Shalawat yang mungkin bisa mendekatkan kita pada Allah dan Rasul -Nya...

Moga bermanfaat ya,,,






Mudah-mudahan ini bisa sering kita Amalkan,,,

Amin...









Rabu, 23 Juli 2008

Tim Work

Solidaritas...

Bagi sebuah Tim Work Solidaritas itu memang suatu unsur yang sangat utama dalam pencapaian setiap visi dan misi nya.

Bahkan sukses tidaknya sebuah Tim Work sangatlah ditentukan rasa solidaritas dalam tim tersebut. Hal ini merupakan tanggung jawab seluruh anggota tim. Masalah pasti selalu ada, baik itu masalah yang datangnya dari dalam tim sendiri maupun dari luar.

Masalah dari luar akan sangat mudah di selesaikan apabila Tim Work memang benar-benar memiliki rasa solidaritas yang tinggi. Namun bila tidak, justru masalah kecilpun akan terasa begitu berat untuk diselesaikan.

Sedangkan masalah internal justru lebih berbahaya dan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Karena semangkin lama masalah itu terpendam justru akan semangkin membesar dan sulit untuk diselesaikan. Proses penyelesaian masalah internal membutuhkan andil dari semua anggota tim dan juga dari orang yang sedang mengalami masalah ( konflik ).

Membina sebuah tim yang solid dan kompak bukanlah hal yang mudah. Ini membutuhkan pengenalan dan keterbukaan seluruh anggota tim. Semua anggota tim harus benar-benar memahami sifat dan karakter dari anggota yang lain, Mengutamakan kepentingan bersama dan selalu membina komunikasi dan koordinasi yang baik. Selalu membahas masalah secara bersama dan mencari solusi bersama pula.

Mari kita bina tim kita ini untuk lebih solid dan selalu solid...

Jangan sampai masalah kecil menjadi kendala yang bisa menyebankan rusaknya solidaritas tim.

Sukses selalu dan salam kompak My Tim Work...

" Good Luck "

Hobi Karaoke

Hobi orang memang macem-macem ya,,,
Yah, contoh nya temen-temen kita ini nih,,,
Mereka pada hobi karaokean nih. Walaupun sudah kerja seharian dilapangan maupun dikantor, namun tidak menghambat mereka untuk melepaskan hobinya dalam bernyanyi ria.

Sebahagian orang memang menganggap bahwa hobi itu sangatlah utama dan memang harus diusahakan untuk terpenuhi. Sehingga mereka rela mengorbankan uang hingga dalam jumlah yang lumayan besar. Hobi main golf misalnya.

Namun teman-teman kita yang satu ini mempunyai hobi yang tidak begitu membutuhkan modal besar. Bernyanyi bersama atau istilah sekarang karaokean bareng. Ya, Hobi ini memang cukup banyak diminati karena biayanya yang relatif murah dan juga cukup banyak orang yang suka musik.

Selamat bersantai kawan Ku,,,
Moga selalu ada waktu mu untuk melepaskan hobi itu.
Dan semoga hobi itu juga tidak menjadi penghalang dalam aktivitas kerja mu sehari-hari.

Salam sukses selalu ya,,,
Ntar kalau ada waktu kita bisa karaokean bareng-bareng lagi ya,,,

Trim's

Rabu, 16 Juli 2008

Cita-cita

Masa kanak-kanak memang merupakan masa-masa terindah dalam hidup kita.

Bagaimana tidak,,,

Saat kita kecil kita selalu menjadi orang penting bagi keluarga kita. Apa saja yang kita minta selalu di usahakan untuk dituruti oleh orang tua, bahkan kita tidak pernah memikirkan bagaimana cara mereka memenuhi apa yang kita minta, sulit atau mudahkah permintaan itu jg tidak terfikir oleh kita.



Anak-anak memang memiliki daya rekam yang tinggi atas segala kejadian di sekitarnya.

Sehingga watak dan pola pikir anak-anak sangat di pengaruhi oleh lingkungan.

Begitu pula masalah hobi dan cita-citanya.



Daerah tempat tinggalku saat masih kecil merupakan daerah pinggir kota. Sedangkan posisi rumah saat itu berdekatan dengan Asrama TNI ( ABRI - sebutan saat itu ).

Aku melihat TNI yang saat itu disebut ABRI memiliki pengaruh yang sangat kuat dan begitu di segani bahkan ditakuti oleh masyarakat umum.
Hal ini sudah tertanam kuat dalam pikiranku saat itu. Dan sebagai anak-anak yang belum memahami benar kondisi sesungguhnya, Aku menjadi tertarik agar kelak bisa menjadi TNI pula.

Inilah awal cita-citaku. Hingga aku benar-benar terobsesi untuk menjadi TNI, bahkan segala hobi dan kegiatanku sehari-hari sering meniru kegiatan-kegiatan yang dilakukan TNI. Aku jadi rajin berolah raga dirumah dan lari pagi.

Hingga akhirnya aku tamat SMA, dan langsung mendaftar ke Taruna Akabri.
Ku ikuti proses tes mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat profinsi.
Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, hanya tinggal menunggu panggilan untuk tes ke tingkat pusat. Setelah rangkaian tes yang kujalani tersebut selanjutnya aku menjadi memiliki harapan yang begitu besar untuk di panggil dan lulus seleksi ditingkat pusat.

Namun, ternyata semua tidak semulus yang ku bayangkan. Sampai dengan tanggal pengumuman yang di janjikan aku tetap tidak menerima surat panggilan.
Nyata lah sudah bahwa aku tidak lulus dan tidak diikutsertakan untuk tes di tingkat pusat. Sungguh begitu kecewa diriku saat itu, dan seakan tidak mau terima dengan kenyataan yang ada.

Ya,,,
Itulah kenyataannya, yang mau atau tidak mau kita harus bisa menerimanya dengan lapang dada.
Sangat sulit memang, dan serasa ingin berontak. Tapi apakah bisa dipastikan dengan kita mendapatkan apa yang kita cita-citakan membuat hidup kita bahagia,,,?
Tidak,,,
Semuanya tidak dapat dipastikan. Dan akankah kita susah kehilangan cita-cita itu,?
Juga tidak,,,

Allah yang maha bijaksanalah yang mengetahui segalanya. Karena apa yang kita anggap buruk dan kita benci, belum tentu buruk bagi kita. Sedangkan apa yang kita anggap baik dan kita senangi belum tentu berdampak baik pula bagi kita.

Terkadang mata dan pikiran ini memang tidak bisa menembus makna dari kejadian yang kita alami. Kita sedih dan merasa susah saat kehilangan sesuatu yang kita anggap baik, sedangkan Allah mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih baik dari itu.

Jadi janganlah kita berburuksangka pada Allah saat berkurangnya sedikit nikmat, karena Allah pasti membalas setiap kesabaran dan rasa syukur dari setiap hambanya dengan limpahan nikmat yang lebih banyak lagi.

Semoga kita termasuk hamba-hambanya yang pandai beryukur atas segala nikmat dari-Nya, dan selalu sabar dalam menghadapi setiap cobaan dari-Nya.

Amin,,, Allahumma Amin...

Selasa, 15 Juli 2008

Al - Qur'an Obat Segala Penyakit


Oleh: Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-BugisiPosting: 15-03-2008

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَلاَ يَزِيْدُ الظَّالِمِيْنَ إِلاَّ خَسَارًا
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur`an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim selain kerugian.” (Al-Isra`: 82)


Penjelasan Beberapa Mufradat Ayat
نُنَزِّلُ

“Kami turunkan.” Jumhur ahli qiraah membacanya dengan diawali nun dan bertasydid. Adapun Abu ‘Amr membacanya dengan tanpa tasydid (نُنْزِلُ). Sedangkan Mujahid membacanya dengan diawali huruf ya` dan tanpa tasydid (يُنْزِلُ). Al-Marwazi juga meriwayatkan demikian dari Hafs. (Tafsir Al-Qurthubi, 10/315 dan Fathul Qadir, Asy-Syaukani, 3/253)
مِنَ الْقُرْآنِ

“dari Al-Qur`an.” Kata min (مِنْ) dalam ayat ini, menurut pendapat yang rajih (kuat), menjelaskan jenis dan spesifikasi yang dimiliki Al-Qur`an. Kata min di sini tidak bermakna “sebagian”, yang mengesankan bahwa di antara ayat-ayat Al-Qur`an ada yang tidak termasuk syifa` (penawar), sebagaimana yang dirajihkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullahu.

Kata min pada ayat ini seperti halnya yang terdapat dalam firman-Nya:
وَعَدَ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي اْلأَرْضِ


“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi...” (An-Nur: 55)
Kata min dalam lafadz مِنْكُمْ tidaklah bermakna sebagian, sebab mereka seluruhnya adalah orang-orang yang beriman dan beramal shalih. (Lihat Tafsir Al-Qurthubi, 10/316, Fathul Qadir, 3/253, dan At-Thibb An-Nabawi, Ibnul Qayyim, hal. 138)
شِفَاءٌ


“Penyembuh.” Penyembuh yang dimaksud di sini meliputi penyembuh atas segala penyakit, baik rohani maupun jasmani, sebagaimana yang akan dijelaskan dalam tafsirnya.
Penjelasan Tafsir Ayat

Ibnu Katsir rahimahullahu berkata: “Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan tentang kitab-Nya yang diturunkan kepada Rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu Al-Qur`an, yang tidak terdapat kebatilan di dalamnya baik dari sisi depan maupun belakang, yang diturunkan dari Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji, bahwa sesungguhnya Al-Qur`an itu merupakan penyembuh dan rahmat bagi kaum mukminin.

Yaitu menghilangkan segala hal berupa keraguan, kemunafikan, kesyirikan, penyimpangan, dan penyelisihan yang terdapat dalam hati. Al-Qur`an-lah yang menyembuhkan itu semua. Di samping itu, ia merupakan rahmat yang dengannya membuahkan keimanan, hikmah, mencari kebaikan dan mendorong untuk melakukannya. Hal ini tidaklah didapatkan kecuali oleh orang yang mengimani, membenarkan, serta mengikutinya. Bagi orang yang seperti ini, Al-Qur`an akan menjadi penyembuh dan rahmat.


Adapun orang kafir yang mendzalimi dirinya sendiri, maka tatkala mendengarkan Al-Qur`an tidaklah bertambah baginya melainkan semakin jauh dan semakin kufur. Dan sebab ini ada pada orang kafir itu, bukan pada Al-Qur`annya. Seperti firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

قُلْ هُوَ لِلَّذِيْنَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ وَالَّذِيْنَ لاَ يُؤْمِنُوْنَ فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى أُولَئِكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَكَانٍ بَعِيْدٍ

“Katakanlah: ‘Al-Qur`an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al-Qur`an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh’.” (Fushshilat: 44)


Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala juga berfirman:
وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُوْرَةٌ فَمِنْهُمْ مَنْ يَقُوْلُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَذِهِ إِيْمَانًا فَأَمَّا الَّذِيْنَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيْمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُوْنَ. وَأَمَّا الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَى رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُوْنَ

“Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: ‘Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini?’ Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, sedang mereka merasa gembira. Adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.” (At-Taubah: 124-125)


Dan masih banyak ayat-ayat yang menjelaskan tentang hal ini.” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/60) Al-’Allamah Abdurrahman As-Sa’di rahimahullahu berkata pula dalam menjelaskan ayat ini: “Al-Qur`an mengandung penyembuh dan rahmat. Dan ini tidak berlaku untuk semua orang, namun hanya bagi kaum mukminin yang membenarkan ayat-ayat-Nya dan berilmu dengannya.

Adapun orang-orang dzalim yang tidak membenarkan dan tidak mengamalkannya, maka ayat-ayat tersebut tidaklah menambah baginya kecuali kerugian. Karena, hujjah telah ditegakkan kepadanya dengan ayat-ayat itu.


Penyembuhan yang terkandung dalam Al-Qur`an bersifat umum meliputi penyembuhan hati dari berbagai syubhat, kejahilan, berbagai pemikiran yang merusak, penyimpangan yang jahat, dan berbagai tendensi yang batil. Sebab ia (Al-Qur`an) mengandung ilmu yakin, yang dengannya akan musnah setiap syubhat dan kejahilan. Ia merupakan pemberi nasehat serta peringatan, yang dengannya akan musnah setiap syahwat yang menyelisihi perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Di samping itu, Al-Qur`an juga menyembuhkan jasmani dari berbagai penyakit.
Adapun rahmat, maka sesungguhnya di dalamnya terkandung sebab-sebab dan sarana untuk meraihnya. Kapan saja seseorang melakukan sebab-sebab itu, maka dia akan menang dengan meraih rahmat dan kebahagiaan yang abadi, serta ganjaran kebaikan, cepat ataupun lambat.” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 465)


Al-Qur`an Menyembuhkan Penyakit Jasmani

Suatu hal yang menjadi keyakinan setiap muslim bahwa Al-Qur`anul Karim diturunkan Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk memberi petunjuk kepada setiap manusia, menyembuhkan berbagai penyakit hati yang menjangkiti manusia, bagi mereka yang diberi hidayah oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dan dirahmati-Nya. Namun apakah Al-Qur`an dapat menyembuhkan penyakit jasmani?

Dalam hal ini, para ulama menukilkan dua pendapat:
Ada yang mengkhususkan penyakit hati; Ada pula yang menyebutkan penyakit jasmani dengan cara meruqyah, ber-ta’awudz, dan semisalnya.

Ikhtilaf ini disebutkan Al-Qurthubi dalam Tafsir-nya. Demikian pula disebutkan Asy-Syaukani dalam Fathul Qadir, lalu beliau berkata:
“Dan tidak ada penghalang untuk membawa ayat ini kepada dua makna tersebut.” (Fathul Qadir, 3/253)
Pendapat ini semakin ditegaskan Syaikhul Islam Ibnul Qayyim rahimahullahu dalam kitabnya Zadul Ma’ad:

“Al-Qur`an adalah penyembuh yang sempurna dari seluruh penyakit hati dan jasmani, demikian pula penyakit dunia dan akhirat. Dan tidaklah setiap orang diberi keahlian dan taufiq untuk menjadikannya sebagai obat. Jika seorang yang sakit konsisten berobat dengannya dan meletakkan pada sakitnya dengan penuh kejujuran dan keimanan, penerimaan yang sempurna, keyakinan yang kokoh, dan menyempurnakan syaratnya, niscaya penyakit apapun tidak akan mampu menghadapinya selama-lamanya.

Bagaimana mungkin penyakit tersebut mampu menghadapi firman Dzat yang memiliki langit dan bumi. Jika diturunkan kepada gunung, maka ia akan menghancurkannya. Atau diturunkan kepada bumi, maka ia akan membelahnya. Maka tidak satu pun jenis penyakit, baik penyakit hati maupun jasmani, melainkan dalam Al-Qur`an ada cara yang membimbing kepada obat dan sebab (kesembuhan) nya.” (Zadul Ma’ad, 4/287)


Berikut ini kami sebutkan beberapa riwayat berkenaan tentang pengobatan dengan Al-Qur`an. Di antaranya adalah apa yang diriwayatkan Al-Bukhari, Muslim, dan lainnya dari hadits ‘Aisyah radhiallahu 'anha.Beliau radhiallahu 'anha berkata: “Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam terkena sihir (1), sehingga beliau menyangka bahwa beliau mendatangi istrinya padahal tidak mendatanginya.


Lalu beliau berkata: ‘Wahai ‘Aisyah, tahukah kamu bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengabulkan permohonanku? Dua lelaki telah datang kepadaku. Kemudian salah satunya duduk di sebelah kepalaku dan yang lain di sebelah kakiku. Yang di sisi kepalaku berkata kepada yang satunya: ‘Kenapa beliau?’
Dijawab: ‘Terkena sihir.’
Yang satu bertanya: ‘Siapa yang menyihirnya?’
Dijawab: ‘Labid bin Al-A’sham, lelaki dari Banu Zuraiq sekutu Yahudi, ia seorang munafiq.’ (Yang satu) bertanya: ‘Dengan apa?’
Dijawab: ‘Dengan sisir, rontokan rambut.’
(Yang satu) bertanya: ‘Di mana?’

Dijawab: ‘Pada mayang korma jantan di bawah batu yang ada di bawah sumur Dzarwan’.”
'Aisyah radhiallahu 'anha lalu berkata: “Nabi lalu mendatangi sumur tersebut hingga beliau mengeluarkannya. Beliau lalu berkata: ‘Inilah sumur yang aku diperlihatkan seakan-akan airnya adalah air daun pacar dan pohon kormanya seperti kepala-kepala setan’.

Lalu dikeluarkan. Aku bertanya: ‘Mengapa engkau tidak mengeluarkannya (dari mayang korma jantan tersebut, pen.)?’ Beliau menjawab: ‘Demi Allah, sungguh Allah telah menyembuhkanku dan aku membenci tersebarnya kejahatan di kalangan manusia’.”
Hadits ini diriwayatkan Al-Bukhari dalam Shahih-nya (kitab At-Thib, bab Hal Yustakhrajus Sihr? jilid 10, no. 5765, bersama Al-Fath).

Juga dalam Shahih-nya (kitab Al-Adab, bab Innallaha Ya`muru Bil ‘Adl, jilid 10, no. 6063). Juga diriwayatkan oleh Al-Imam Asy-Syafi’i sebagaimana yang terdapat dalam Musnad Asy-Syafi’i (2/289, dari Syifa`ul ‘Iy), Al-Asfahani dalam Dala`ilun Nubuwwah (170/210), dan Al-Lalaka`i dalam Syarah Ushul I’tiqad Ahlis Sunnah (2/2272).

Namun ada tambahan bahwa ‘Aisyah berkata: “Dan turunlah (firman Allah Subhanahu wa Ta'ala):
قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Hingga selesai bacaan surah tersebut.”
Demikian pula yang diriwayatkan Al-Imam Bukhari rahimahullahu dalam Shahih-nya, dari hadits Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu 'anhu, beliau berkata:

“Sekelompok (2) shahabat Nabi berangkat dalam suatu perjalanan yang mereka tempuh. Singgahlah mereka di sebuah kampung Arab. Mereka pun meminta agar dijamu sebagai tamu, namun penduduk kampung tersebut enggan menjamu mereka.

Selang beberapa waktu kemudian, pemimpin kampung tersebut terkena sengatan (kalajengking). Penduduk kampung tersebut pun berusaha mencari segala upaya penyembuhan, namun sedikitpun tak membuahkan hasil. Sebagian mereka ada yang berkata: ‘Kalau sekiranya kalian mendatangi sekelompok orang itu (yaitu para shahabat), mungkin sebagian mereka ada yang memiliki sesuatu.’

Mereka pun mendatanginya, lalu berkata: “Wahai rombongan, sesungguhnya pemimpin kami tersengat (kalajengking). Kami telah mengupayakan segala hal, namun tidak membuahkan hasil. Apakah salah seorang di antara kalian memiliki sesuatu? Sebagian shahabat menjawab: ‘Iya. Demi Allah, aku bisa meruqyah.

Namun demi Allah, kami telah meminta jamuan kepada kalian namun kalian tidak menjamu kami. Maka aku tidak akan meruqyah untuk kalian hingga kalian memberikan upah kepada kami.’

Mereka pun setuju untuk memberi upah beberapa ekor kambing (3). Maka dia (salah seorang shahabat) pun meludahinya dan membacakan atas pemimpin kaum itu Alhamdulillahi rabbil ‘alamin (Al-Fatihah). Pemimpin kampung tersebut pun merasa terlepas dari ikatan, lalu dia berjalan tanpa ada gangguan lagi.

Mereka lalu memberikan upah sebagaimana telah disepakati. Sebagian shahabat berkata: ‘Bagilah.’ Sedangkan yang meruqyah berkata: ‘Jangan kalian lakukan, hingga kita menghadap Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lalu kita menceritakan kepadanya apa yang telah terjadi. Kemudian menunggu apa yang beliau perintahkan kepada kita.’


Merekapun menghadap Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian melaporkan hal tersebut. Maka beliau bersabda: ‘Tahu dari mana kalian bahwa itu (Al-Fatihah, pen.) memang ruqyah?’ Lalu beliau berkata: ‘Kalian telah benar. Bagilah (upahnya) dan berilah untukku bagian bersama kalian’, sambil beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam tertawa.”


Adapun hadits yang diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
خَيْرُ الدَّوَاءِ الْقُرْآنُ
“Sebaik-baik obat adalah Al-Qur`an.” Dan hadits:
الْقُرْآنُ هُوَ الدَّوَاءُ


Al-Qur`an adalah obat.”

Keduanya adalah hadits yang dha’if, telah dilemahkan oleh Al-Allamah Al-Albani rahimahullahu dalam Dha’if Al-Jami’ Ash-Shagir, no. 2885 dan 4135.
Membuka Klinik Ruqyah


Di antara penyimpangan terkait dengan ruqyah adalah menjadikannya sebagai profesi, seperti halnya dokter atau bidan yang membuka praktek khusus. Ini merupakan amalan yang menyelisihi metode ruqyah di zaman Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Asy-Syaikh Shalih Alus Syaikh berkata ketika menyebutkan beberapa penyimpangan dalam meruqyah:


“Pertama, dan yang paling besar (kesalahannya), adalah menjadikan bacaan (untuk penyembuhan) atau ruqyah sebagai sarana untuk mencari nafkah, di mana dia memfokuskan diri secara penuh untuk itu. Memang telah dimaklumi bahwa manusia membutuhkan ruqyah. Namun memfokuskan diri untuk itu, bukanlah bagian dari petunjuk para shahabat di masanya. Padahal di antara mereka ada yang sering meruqyah. Namun bukan demikian petunjuk para shahabat dan tabi’in.


(Menjadikan meruqyah sebagai profesi) baru muncul di masa-masa belakangan. Petunjuk Salaf dan bimbingan As-Sunnah dalam meruqyah adalah seseorang memberikan manfaat kepada saudara-saudaranya, baik dengan upah ataupun tidak. Namun janganlah dia memfokuskan diri dan menjadikannya sebagai profesi seperti halnya dokter yang mengkhususkan dirinya (pada perkara ini). Ini baru dari sudut pandang bahwa hal tersebut tidak terdapat (contohnya) pada zaman generasi pertama.


Demikian pula dari sisi lainnya. Apa yang kami saksikan pada orang-orang yang mengkhususkan diri (dalam meruqyah) telah menimbulkan banyak hal terlarang. Siapa yang mengkhususkan dirinya untuk meruqyah, niscaya engkau mendapatinya memiliki sekian penyimpangan. Sebab dia butuh prasyarat-prasyarat tertentu yang harus dia tunaikan dan yang harus dia tinggalkan. Serta ‘menjual’ tanpa petunjuk. Barangsiapa meruqyah melalui kaset-kaset, suara-suara, di mana dia membaca di sebuah kamar, sementara speaker berada di kamar yang lain, dan yang semisalnya, merupakan hal yang menyelisihi nash. Ini sepantasnya dicegah untuk menutup pintu (penyimpangan). Sebab sangat mungkin akan menjurus kepada hal-hal tercela dari para peruqyah yang mempopulerkan perkara-perkara yang terlarang atau yang tidak diperkenankan syariat. (Ar-Ruqa Wa Ahkamuha, Asy-Syaikh Shalih Alus Syaikh, hal. 20-21)

1 Sebagian para pengekor hawa nafsu dari kalangan orientalis dan ahli bid’ah mengingkari hadits yang menjelaskan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah terkena sihir, dan berusaha menolaknya dengan berbagai alasan batil.

Dan telah kami bantah –walhamdulillah- para penolak hadits ini dalam sebuah kitab yang berjudul Membedah Kebohongan Ali Umar Al-Habsyi Ar-Rafidhi, Bantahan ilmiah terhadap kitab: Benarkah Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah tersihir?

Dan kami membahas secara rinci menurut ilmu riwayat maupun dirayah hadits.

Silahkan merujuk kepada kitab tersebut.2 Dalam riwayat lain mereka berjumlah 30 orang.3 Dalam riwayat lain: 30 ekor kambing, sesuai jumlah mereka.


Sumber: www.asysyariah.com

Bukan Cantik Yang Aku Cari

Ternyata bukan cantik yang aku cari Sahabatku, lelaki mana yang tidak ingin memiliki pasangan hidup berwajah cantik dan menarik?

Akupun dulu berniat seperti itu. Ingin kumiliki istri yang cantik.
Karena aku terlalu sering melihat yang cantik-cantik.


Sahabatku, karena aku merasa memiliki penampilan yang sangat biasa saja, maka aku berniat memiliki istri yang cantik untuk memperbaiki keturunan. Tapi ah, terlalu mengada-ada niatku yang satu ini, karena tidak ada jaminan.

Sahabatku, ketika aku berdiri di depan sebuah cermin besar. Aku pandangi diriku, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tiba-tiba aku sadar, kalau aku terus mencari yang cantik, mana ada wanita cantik yang mau menjadi istri seorang lelaki yang sangat biasa saja?

Terima kasih Allah, telah Kau sadarkan diriku.Ternyata bukan cantik yang aku cari, karena cantik itu ternyata sangat relatif.Ternyata bukan cantik yang aku cari, karena cantik tidak menjamin masuk surga.

Ternyata " bukan cantik yang aku cari ", karena cantik tidak menjamin perbaikan keturunan.Ternyata bukan cantik yang aku cari, karena cantik, justru membuat sebagian hati lelaki tidak tenang.Ternyata bukan cantik yang aku cari di dunia ini, karena aku yakin, Allah akan membuat wanita yang sekarang menjadi istriku, jauh lebih cantik di surga nanti.

Amin,,,Amin,,, Allahumma Amin...

Siak Negri Istana

Siak merupakan kota kabupaten yang baru berkembang. Posisinya juga tidak dilalui oleh jalan lintas nasional, karena mengarah kedalam ( arah ke perairan/kepulauan ).

Namun hal ini bukanlah penghambat bagi majunya pembangunan di daerah tersebut, nyatanya Siak bisa membuktikan bahwa daerahnya bisa berkembang pesat mengejar daerah-daerah lain seperti Pelalawan, Inhu, Inhil maupun Kampar dan Bengkalis sebagai kabupaten yang sudah cukup lama berdiri.

Diwilayah Riau cukup banyak daerah yang memiliki peninggalan sejarah kerajaan. Baik itu hanya berupa Istananya saja maupun lengkap dengan segala peninggalan kerajaan lain nya. Salah satunya termasuk Siak.

Siak memiliki sejarah kerajaan yang cukup panjang dan wilayah yang cukup luas pula.
Bahkan, dari daerah-daerah lain di Riau Siak termasuk tempat bersejarah yang masih menyimpan banyak peninggalan-peninggalan zaman kerajaan dahulu.
Hal ini yang menyebabkan siak di juluki " Negri Istana " .
Wajar saja,,,
Karena di Istana Siak masih tersimpan lengkap benda-benda sejarah peninggalan zaman kerajaan. Sampai sekarang masih tersusun rapi dan terjaga kondisi serta keamanannya.
Jika anda berkunjung ke wilayah Riau, pastikan anda untuk berkunjung ke Siak, untuk melihat atau mempelajari sejarah kerajaan Siak.

Salam Sukses selalu

Pecinta sejarah