Setiap nikmat itu menjadi pembuka atau penutup pintu nikmat lainnya, kita sering menginginkan nikmat padahal rahasia yang bisa mengundang nikmat adalah syukur atas nikmat yang ada, jangan engkau lepaskan nikmat yang besar dengan tidak mensyukuri nikmat yang kecil.
Tidak usah risau terhadap nikmat yang belum ada, justru risaulah kalau nikmat yang ada tidak disyukuri, Allah sudah berjanji kepada kita dengan janji yang pasti ditepati La in Syakartum la-aziidannakum (jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah rezekimu)(QS. 14 ; 7). Maka daripada kita sengsara oleh nikmat yang belum ada lebih baik bagaimana yang ada bisa disyukuri, sayangnya kalau kita mendengar kata syukuran itu yang terbayang hanya makanan, padahal syukuran itu adalah bentuk amal yang dahsyat sekali pengaruhnya.
Beberapa tips menjadi orang yang bersyukur.
Menjadikan hati kita tidak merasa memiliki, dan yakin segalanya milik Allah SWT. Makin kita merasa memiliki sesuatu akan makin takut kehilangan dan takut kehilangan adalah suatu bentuk kesengsaraan, tapi kalau kita yakin semuanya milik Allah, maka diambil oleh Allah tidak layak kita merasa kehilangan karena kita merasa tertitipi. Makin merasa rejeki itu milik manusia kita akan merasa berharap kepada manusia dan akan makin sengsara, senikmat-nikmat dalam hidup adalah kalau kita tidak berharap kepada mahluk tetapi berharap hanya kepada Allah SWT. Kemudian kita juga dapat memanfaatkan nikmat yang ada untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Alkisah ada tiga pengendara kuda masuk kedalam belantara, ketika dia tertidur kemudian saat terjaga dilihat kudanya telah hilang semua, betapa kagetnya mereka dan pada saat yang sama dalam keadaan kaget, ternyata seorang raja yang bijaksana melihat hal tersebut dan mengirimkan kuda yang baru lengkap dengan perbekalan, ketika dikirimkan reaksi ketiga pengendara yang hilang kudanya itu berbeda-beda,
Si A kaget dan berkomentar ," wah ini hebat sekali kuda, bagus ototnya, bekalnya banyak pula!, dia sibuk dengan kuda tanpa bertanya kuda siapakah ini?".
Si B, gembira dengan kuda yang ada dan berkomentar,"wah ini kuda hebat". Sambil berterima kasih kepada yang memberi.
Sikap Si C beda lagi , ia berkomentar, "lho ini bukan kuda saya, ini kuda milik siapa? ". yang ditanya menjawab, " ini kuda milik raja ", si C bertanya kembali, "kenapa raja memberikan kuda ini ?".
Dijawab," sebab raja mengirim kuda agar engkau mudah bertemu dengan sang raja".
Dia gembira bukan karena bagusnya kuda, dia gembira karena kuda dapat memudahkan dia dekat dengan sang raja.
Nah begitulah, si A adalah manusia yang kalau mendapatkan mobil, motor, rumah, dan kedudukan sibuk dengan kendaraan itu, tanpa sadar bahwa itu adalah titipan orang yang paling bodoh adalah orang yang punya dunia tapi dia tidak sadar bahwa itu titipan Allah, yang B mungkin adalah model kita yang ketika senang kita mengucap Alhamdulillah, tetapi ahli syukur yang asli adalah yang ketiga yang kalau punya sesuatu dia berpikir bahwa inilah kendaraan yang dapat menjadi pendekat kepada Allah SWT.
Posted in Tausiah printer friendly version
Mengenai Saya
- Saya : Adi Putra
- Alamat : Jl. STAI, Siak Sri Indrapura, Pekanbaru- Riau, Indonesia
- T.Tgl.Lahir : Kisaran,12 Nov 1984, saya merupakan anak ke 3 dari 6 bersaudara. Terlahir di keluarga seadanya dan di besarkan oleh kedua orang tua yang begitu mengasihi dan menyayangi kami.Begitu tamat sekolah saya langsung merantau kedaerah Riau yaitu Sorek. Saya memulai karir disana sebagai staf admin di sebuah Dealer Jialing " Aneka Jaya Motor ". Sekarang ini saya sudah mempunya seorang istri yang sangat setia mendampingi di setiap hari-hari yang ku lalui. Juga dua orang anak yang tampan dan cantik " Rizky Mughny Putra " dan " Nur Fadhilah Putri ".
Minggu, 30 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar